Gema Takbir Menggetarkan Langit Cicariu, Warga Berkurban 9 Domba

oleh -
Pengurus DKM dan RT di Kampung Cicariu Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade bahu-membahu mengurusi pemotongan daging hewan kurban.

Wartawan Dicky Sopyan

Gema takbir menyeruak angkasa dan mengisi setiap rongga langit serta menghiasi hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Umat Islam seluruh dunia merayakan hari kemenangan atas ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, tidak terkecuali umat Islam di Kampung Cicariu RT 08 RW 03, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

banner 970x90

Warga Kampung Cicariu dengan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada Allah SWT merayakan Idul Adha dengan khidmat dan penuh kegembiraan pada Jumat (31/7/2020). Kegiatan ibadah Idul Adha dipusatkan di Masjid Miftahussalam, baik untuk shalat maupun pemotongan hewan kurban.

“Jamaah Masjid Miftahussalam memberikan kurban berupa 9 ekor domba yang dagingnya dibagikan ke masyarakat sekitar,” kata Ketua DKM Miftahussalam, Uut kepada wartawan di tengah kesibukan pembagian daging kurban.

Pemotongan hewan kurban dipercayakan kepada Kiai Madsoleh sebagai tokoh agama dan sesepuh masyarakat Kampung Cicariu. Uut megucapkan terima kasih kepada semua mudhohi yang telah memberikan kambing untuk dijadikan hewan kurban sebanyak 9 ekor.

“Semoga pahala ibadah kurban ini mengalir sampai hari akhir nanti dan menjadi pemberat kebaikan pada timbangan amal di hari perhitungan. Mudah-mudahan mereka diberikan kemudahan dalam mencari rezeki sehingga bisa berkurban lagi tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya,” kata dia.

Ketua Panitia Idul Adha 1441 Hijriyah Kampung Cicariu, Hamid atau biasa disapa Wa Jero menyampaikan, ibadah kurban merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Umat Islam yang ikhlas berkurban, kata Wa Jero, itu artinya dia tunduk dan taat pada perintah Tuhan, Sang Pemilik Alam Semesta.

Ketua RT 08 RW 03 Kampung Cicariu Desa Cipeundeuy, Sutisna ikut terjun bersama warga pada kegiatan pemotongan hewan kurban. Dia tampak tidak canggung ketika harus berkotor-kotoran dan berlumuran darah saat mengurusi daging kurban.

“Pelaksana pemotongan hewan kurban adalah DKM. Tapi kami sebagai pengurus RT memiliki kewajiban untuk membantu kelancarannya karena ini masuk kepentingan umat,” ujar Sutisna. (*)  

Print Friendly, PDF & Email