Puluhan Rutilahu di Karangtengah Diperbaiki Gubernur dan Pusat

oleh -
Tony Slamet

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Sebanyak 65 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi mendapatkan bantuan untuk rehabilitasi dari Pemrov Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rinciannya 45 unit rutilahu mendapat dana rehabilitasi dari pemerintah pusat dan 20 unit dari Gubernur Jabar.

banner 970x90

“Lokasi rumah yang mendapatkan bantuan dana rehabilitasi tersebar di 14 dari 16 RW yang ada di Keluarahan Karangtengah. Di dua RW lainnya tidak ada rutilahu,” kata Lurah Karangtengah, Tony Slamet kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Kondisi ke-65 rutilahu yang mendapatkan bantuan, ujar Tony, sangatlah memprihatinkan. Sebagian besar dari rumah-rumah itu kondisinya hampir rubuh. Jika tidak segera diperbaiki, kata dia, rumah-rumah tersebut akan runtuh dan membahayakan penghuninya.

“Berdasarkan hasil pendataan terakhir, jumlah keseluruhan rutilahu di kelurahan kami mencapai 130 unit. Jadi sampai dengan tahun ini baru separuhnya yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pemerintah,” kata dia.

Untuk tahun depan, Tony akan berupaya dengan segala daya dan tenaganya guna memperjuangkan bantuan dari pusat, provinsi, dan Pemkot Sukabumi untuk memperbaiki semua rutilahu yang ada di Kelurahan Karangtengah. Dengan demikian, memasuki dekade ketiga abad XXI, di Kelurahan Karangtengah tidak ada lagi rutilahu.

Tahun ini, besarnya bantuan bagi pemilik rutilahu mencapai Rp17,5 juta yang ditransfer ke rekening penerima manfaat di Bank BNI. Dana tersebut dialokasikan untuk pembelian barang material sebesar Rp15 juta dan sebesar Rp2,5 juta untuk upah tukang bangunan.

“Kami dari kantor kelurahan hanya mengawal saja untuk menjamin kelancaran kegiatan pembangunan bersama tim dari Kementerian PUPR,” terang Tony.

Diakuinya, uang sebesar Rp17,5 juta masih kurang untuk dapat menyelesaikan rehab rumah. Karena itu, perlu adanya swadaya dan gotong royong dari masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan rutilahu. 

“Seharusnya ada partisipasi dari warga yang mendapat bantuan rutilahu. Namun saya juga agak pesimis karena kondisi warga di Kelurahan Karangtengah banyak yang tidak mampu. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga yang menerimanya,” ujar dia.

Targetnya pekerjaan harus selesai dalam waktu 3 bulan setelah bantuan diterima. Setelah tiga bulan akan ditinjau kembali oleh kelurahan, Dinas PUPR setempat, dan dan Kementerian PUPR. (*)

Print Friendly, PDF & Email