Rapat Forkopimda Membahas Penggunaan Rumah Ibadah Selepas PSBB

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (tengah) bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni (kedua dari kanan) bersama unsur Forkopimda setelah mengikuti rapat pembahasan penggunaan rumah ibadah pada masa AKB.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi menggelar pembahasan tata cara penggunaan rumah ibadah terkait rencana pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) setelah selesai masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

banner 970x90

Pembahasan AKB tersebut dilakukan pada rakor Forkopimda di Balai Kota Sukabumi, Sabtu (30/5/2020). AKB merupakan bentuk lain dari new normal yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di 15 kota/kabupaten, salah satunya Kota Sukabumi. Rencananya AKB diterapkan pada awal bulan Juni 2020.

Setelah mengikuti rapat, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyatakan, pada masa AKB, semua rumah ibadah akan dibuka. Namun dengan syarat, pengurus masjid, gereja, pura, atau kelenteng menerapkan aturan protokol kesehatan secara ketat dan maksimal.

“Kami juga membahas imbauan Pak Gubernur tentang pembatasan atau pengurangan jumlah jemaah di rumah ibadah dan keharusan menerapkan aturan jaga jarak untuk mencegah penyebaran Virus Corona,” kata wali kota.

Di antara peserta rapat tampak hadir Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni yang baru menempati posisinya pada Rabu lalu. Hadir pula Kepala Staf Kodim (Kasdim)  0607 Kota Sukabumi Mayor (Chb) R Khoirullah; Sekda Kota Sukabumi, Dida Sembada; dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Chalik Mawardi.

Berdasarkan petunjuk dari Gedung Sate, rumah ibadah hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitasnya. Ketentuan yang sama, ujar Fahmi, juga berlaku bagi kantor dan industri.

Untuk menyampaikan informasi dan edukasi penggunaan rumah ibadah di masa AKB, Forkompinda meminta bantuan MUI (Majelis Ulama Indonesia), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam sosialisasinya.

Di tempat yang sama, AKBP Sumarni menyatakan dukungan penuh pada pelaksanaan AKB. Dia dan jajarannya akan mendukung semua upaya untuk menjadikan Kota  Sukabumi berubah dari status biru menjadi hijau dalam penyebaran Covid-19. Artinya Kota Sukabumi harus bebas Covid-19.  

“Karena itu kami akan terjun ke lapangan untuk mendukung upaya penegakan aturan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, sering mencuci tangan, dan penerapan prilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Kami siap mendukung Kota Sukabumi menjadi zona hijau,” ujar Kapolres. (*)

Print Friendly, PDF & Email