Komunitas Backpacker Serahkan Bantuan untuk Korban Pergeseran Tanah

oleh -
Ketua Backpacker Pajampangan, Dendi Kurniawan (paling kanan) bersama salah satu anggota Akbar Erso (tengah) secara simbolis menyerahkan bantuan kepada petugas posko bencana untuk diteruskan kepada korban pergeseran tanah di Kecamatan Nyalindung.

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)

Kepedulian komunitas pencinta alam Backpacker Pajampangan terhadap korban bencana alam patut diacungi jempol. Demi untuk membahagiakan para korban pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana,  Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, komunitas ini menggalang dana dari anggotanya untuk diserahkan kepada warga yang terdampak bencana tersebut.   

banner 720x90

“Untuk membantu para korban bencana pergeseran tanah, kami menggalang dana di beberapa wilayah seperti Ciracap,  Kalibunder,  dan Sagaranten. Kami buru-buru ke sini mumpung ada kesempatan karena maunya kami bantuan tersalurkan sebelum bulan Ramadhan berakhir,” kata  Ketua Backpacker Pajampangan, Dendi Kurniawan saat menyerahkan bantuan kepad apetugas di posko bencana, Kamis (30/5/2019).

Atas nama keluarga besar Bakcpacker Pajampangan, Dendi menyampaikan doa dan harapan, para korban bencana pergeseran tanah diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut. Semoga, ujar Dendi, para korban dapat pulih kembali seperti semula dan dapat berkumpul di permukiman yang bebas dari ancaman bencana.

Salah satu anggota Backpacker Pajampangan, Akbar Erso yang mendampingi Dendi menjelaskan, dana yang terkumpul sebesar Rp2,2 juta. Tidak besar memang, kata Akbar, tapi harapan mereka, bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana pergeseran tanah.

“Ini merupakan upaya kecil kami dan bentuk kepedulian sosial dalam membantu para korban bencana alam.  Semoga bantuan dari kami  mendatangkan manfaat dan keberkahan,” tutur Akbar. 

Pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana terjadi sejak bulan April lalu dan terus meluas sampai sekarang. Pergeseran tanah tersebut menghancurkan 126 rumah sehingga 354 warga harus tinggal di tempat pengungsian. (*) 

banner 720x90
Print Friendly, PDF & Email