Rajaban Momentum untuk Tingkatkan Muhasabah Diri

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mengajak umat Islam di Kabupaten Sukabumi untuk memanfaatkan peringatan Isra Miraj sebagai momentum muhasabah diri dan bersyukur.

Wartawan Usep Mulyana (Kowasi)

Peringatan Isra Miraj atau biasa disebut Rajaban merupakan momentum untuk muhasabah diri dan bersyukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT. Karena itu umat Islam harus memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sesama manusia.

banner 720x90

Hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H di Gedung Pendopo Sukabumi, Jumat (29/3/2019) malam. Muhasabah dan bersyukur, ujar bupati, merupakan kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan dan insan sosial. Muhasabah  merupakan upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan yang dilakukan manusia selama ini.

“Bersyukur, salah satunya dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui ibadah yang Allah syariatkan serta Nabi Muhammad SAW contohkan yakni shalat,” kata dia.

Bupati juga menekankan bahwa shalat merupakan kewajiban yang secara khusus diberikan Allah secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui Malaikat Jibril. Artinya betapa istimewanya shalat sehingga menjadi kewajiban yang utama dan menjadi kunci keselamatan seseorang baik di dunia maupun di akhirat.

“Shalat juga bisa menjadi media komunikasi seorang hamba dengan khaliknya,” tutur bupati. 

Pada acara itu, bupati didampingi Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono. Di tempat kegiatan juga tampak hadir para pengurus MUI Kabupaten Sukabumi dan MUI tingkat kecamatan. Rajaban digelar oleh Bagian Sosial dan Keagamaan Setda Kabupaten Sukabumi yang merupakan rangkaian dari Lailatul Ijtima bulan Maret 2019. 

banner 720x90

Dalam penjelasannya Kabag Sosial dan Keagamaan, Unang Sudarma mengatakan, di Kabupaten Sukabumi sudah terbentuk komunitas tilawah 30 juz di tiap kecamatan dan ke depan akan dikembangkan sampai ke tingkat desa. Program pengembangan komunitas tilawah ini sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat yaitu satu desa satu hafiz.

“Dengan membaca Al-Quran berjamaah, insya Allah kita akan mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Unang. 

Membaca Al-Quran juga dapat memberikan kesejukan, kedamaian, dan ketenteraman bagi seluruh umat Islam, ujar Unang. Kabag Sosial dan Keagamaan mengajak semua kalangan untuk selalu memanjatkan doa dalam rangka mewujudkan Sukabumi yang religius dan mandiri. (*)

Print Friendly, PDF & Email