Rutin Baca Asmaul Husna, SMKN 1 Bojonggenteng Mohon Keselamatan

oleh -
Setiap Jumat pagi, para siswa memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kegiatan rutin pengajian dan pembacaan Asmaul Husna.

Wartawan Joko Samudro

Kegiatan rutin tiap hari Jumat di SMKN 1 Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi berupa pengajian dan pembacaan Asmaul Husna memiliki tujuan luhur dan mulia. Melalui kegiatan ini, para siswa SMKN 1 Bojonggenteng memohon keselamatan dunia dan akhirat kepada Allah SWT.

banner 720x90

“Kami rutin melaksanakan kegiatan mengaji dan membaca Asmaul Husna disertai ucapan doa keselamatan dan permohonan ampunan dan kebahagiaan,” kata Kepala SMKN 1 Bojonggenteng, Dadan Sumengkar, S.P., M.M.Pd. ketika ditemui di tengah kesibukan kegiatan rutin pengajian, Jumat (31/1/2020).

Pengajian dan pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar di kelas. Aktivitas rutin mingguan tersebut, ujar Dadan, juga merupakan penataran dasar untuk meningkatkan kedisiplinan dan membentuk karakter para pelajar menuju akhlakul karimah.

“Pengajian ini merupakan bentuk aplikasi dari pendidkan agama dan pendidikan karakter. Jadi sebelum belajar, para siswa fokus berdoa dulu. Semua siswa bersama guru wajib mengikutinya,” tutur dia.

Disampaikan Dadan, kegiatan rutin pengajian sejalan dengan semangat UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang terkait dengan upaya membentuk siswa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala SMKN 1 Bojonggenteng, Dadan Sumengkar, S.P., M.M.Pd. (kiri) bersama para siswa ikut larut dalam kegiatan pengajian rutin.

“Harapan kami para siswa bisa belajar dengan nyaman dan kondusif  dengan tetap menanamkan kesadaran di dalam hari dan pikiran untuk meningkatkan ibadah. Dengan demikian insya Allah mereka termotivasi untuk belajar dengan tekun untuk meraih cita-citanya,” kata kepala sekolah.

banner 720x90

Dalam rangka pembinaan norma dan etika di internal maupun eksternal sekolah, SMKN 1 Bojonggenteng mengoptimalkan Satgas Pelajar. Setiap hari para siswa dikenakan kewajiban piket dengan jumlah tiga sampai empat orang dari kalangan pengurus OSIS.

“Satgas ini bertugas antara lain membantu guru untuk mendata siswa yang terlambat atau mengatur parkir sepeda motor di halaman sekolah supaya teratur.  Juga untuk menangani siswa yang tidak menjalankan kewajiban sebelum masuk ke kelas,” kata Dadan. (*)

Print Friendly, PDF & Email