Warga Gunungbentang Menangkap Penjual Obat Herbal

oleh -
Rf, penjual obat herbal yang digrebek warga Kampung Ciketa, Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Hamjah

Puluhan warga Kampung Ciketa, Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi  menangkap penjual obat herbal, Rf yang dituding telah menipu mereka, Minggu (29/9/2019). Warga juga meminta ganti rugi kepada Rf atas uang yang telah dibayarkan kepada tukang obat tersebut. Mereka merasa tertipu karena obat yang dibeli dari Rf tidak memberikan khasiat.  

banner 970x90

Penggrebekan itu bermula dari promosi pelaku Rf yang menawarkan jasa pemeriksaan kesehatan gratis pada minggu lalu. Dia juga  mengaku bisa mendatangkan bantuan dari pemerintah. Namun ujung-ujungnya Rf meminta uang dan menjual obat yang dikemas di dalam botol kecil. Harga obat tersebut mulai Rp300 ribu sampai dengan Rp1 juta perbotol.

Rf mengklaim, obat yang ditawarkannya itu serba guna yakni bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Jenisnya obat herbal bermutu tinggi. Karena tertarik oleh penampilan dan pidatonya yang meyakinkan, beberapa warga membeli obat yang ditawarkan oleh RF.

“Namun ternyata obat tersebut tidak memiliki khasiat. Setelah dimakan, obat dalam botol itu tidak menghilangkan penyakit saya,” kata salah satu warga yang membeli obat dari RF.  

Omar, warga Kampung Ciketa Desa Gunungbentang termasuk salah satu warga yang kena tipu Rf. Dia membeli obat herbal yang harganya Rp1 juta. Namun setelah berhari-hari mengkonsumsi obat dari Rf, Omar tidak merasakan  perubahan pada tubuhnya. Obat tersebut tidak memiliki efek terhadap penyakit yang dideritanya, dia tetap sakit.

“Para tetangga saya yang membeli obat itu bernasib sama. Penyakitnya tidak sembuh-sembuh,” tutur Omar.

Kekecewaan warga memuncak ketika pelaku tersebut datang lagi ke Kampung Ciketa dengan sikap percaya diri. Warga pun menyergap pelaku dan meminta ganti rugi dengan nada emosi. Mendapat sergapan warga yang tidak disangka-sangkanya, Rf gelagapan. Dia tidak berkutik dan tidak berdaya untuk melakukan perlawanan dan memberikan jawaban atas serangan verbal dari warga.

Untung saja, di lokasi penggrebekan berdatangan anggota polisi dari Polsek Sagaranten. Aparat langsung mengamankan Rf dan seorang rekannya yang mengaku sebagai asisten.  

“Kami menerima laporan dari warga tentang dugaan penipuan. Kini kasus tersebut sedang kami usut,” kata Kanit Reskrim Polsek Sagaranten, Bripka Nana Sudriyana. (*)

Print Friendly, PDF & Email