Rapat RPJMN, Bupati Ajukan Pengembangan Pelayanan Dasar

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (paling kanan) ketika mengikuti kegiatan Rapat Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 di Surabaya.

Wartawan Usep Mulyana

Bupati Sukabumi mengajukan rancangan awal pembangunan sarana dan prasarana pelayanan dasar sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Targetnya untuk lima tahun ke depan, Kabupaten Sukabumi telah memiliki infrastruktur pelayanan dasar sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat.

banner 970x90

“Pelayanan dasar meliputi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Kami usulkan rencana pembangunan infrastruktur sebagai penunjang RPJMN,” kata Bupati Sukabumi pada Rapat Konsultasi Regional Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 di Shangri-la Hotel Surabaya, Senin (29/7/2019).

Pemkab Sukabumi, ujar Marwan, juga akan tetap memberikan perhatian lebih pada pembangunan dan pengembangan pariwisata serta sektor air minum dan sanitasi. Sementara untuk sektor pertanian, pemda akan fokus  pada program hilirisasi atau pengolahan sesuai rencana pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

Disampaikan bupati, kegiatan rapat konsultasi yang diikutinya merupakan forum untuk menyelaraskan target dan agenda pembangunan nasional dengan pembangunan daerah. Penyelenggaranya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Pada kegiatan itu bupati didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman. Di tempat yang sama,  Maman menyampaikan bahwa pembahasan pada rapat konsultasi terfokus pada isu-isu strategis. 

“Di dalam forum rapat, kami sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mendorong pengembangan dan percepatan pembangunan kawasan strategis pariwisata yang menyebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Maman.

Kawasan strategis di Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, akan disupprot  ke dalam program prioritas nasional seperti Geopark Ciletuh Palabuhanratu agar menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN). Masuk juga di dalam kawasan yang akan terus dikembangkan antara lain Ciwaru-Tamanjaya -Mekarsakti (Citaman Sakti) dan koridor Kadudampit-Sukabumi-Sukaraja-Sukalarang agar menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).

“Selanjutnya Kawasan Ekonomi Khusus Cikidang akan didorong untuk bisa masuk ke dalam KPSN,” tutur Kepala Bappeda.

Percepatan pembangunan di kawasan-kawasan tersebut, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi. Sasarannya adalah masyarakat bisa lebih sejahtera.

Rapat konsultasi regional yang diiktui bupati dan kepala Bappeda itu diselenggarakan sampai dengan Selasa (30/7/2019). Kepesertaannya ditentukan per pulau besar. Peserta rapat konsultasi di Surabaya berasal dari Pulau Jawa dan Bali yang meliputi 7 provinsi dan kota/kabupaten di dua pulau tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email