Garda Bumi Tuntut PT Semen Jawa Peduli Pengusaha Lokal dan Sediakan Tempat Shalat

oleh -
Lokasi pabrik PT Semen Jawa di Jalan Pelabuhan 2, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi

Wartawan Tim Bintang SK

Garda Bumi (Gerakan Rakyat Daerah Sukabumi) melancarkan tuntutan kepada produsen semen asal Thailand, PT Semen Jawa (SCG, Siam Cement Group) untuk peduli pada pengusaha lokal dan menyediakan tempat shalat. Tuntutan itu rencananya akan diteriakkan oleh pendukung Garda Bumi dalam aksi unjuk rasa di depan pabrik PT Semen Jawa di Jalan Pelabuhan 2, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (31/7/2019).

banner 970x90

“Garda Bumi merupakan organisasi gabungan dari beberapa ormas dan organisasi buruh. Tuntutan kami akan disampaikan secara serentak dan bersama-sama,” kata  Ketua DPC Konfederasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan (F-HUKATAN)  KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia), Nendar Supriyatna kepada wartawan, Selasa (30/7/2019) petang.

Tuntutan untuk peduli pada pengusaha lokal, ujar Nendar, berangkat dari fakta, sebagian besar perusahaan mitra Semen Jawa berasal di luar Sukabumi. Sementara pengusaha lokal yang setiap tahun rutin membayar pajak untuk daerah seakan diabaikan.

Terkait hal itu, Garda Bumi mendesak Semen Jawa untuk membatalkan hasil bidding atau lelang tahun 2019 karena hasil lelang tersebut menempatkan pengusaha lokal sebagai minroritas.

“Adapun tuntutan disediakan tempat shalat tujuannya agar pekerja yang beragama Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman,” tutur Nendar.

Baca juga berita terkait….

F Hukatan Siapkan Demo Besar Memprotes Kebijakan SCG yang Abaikan Pengusaha Lokal

Rencana Aksi Buruh Belum Ditanggapi PT Semen Jawa

Selain F-HUKATAN KSBSI, rencananya beberapa ormas yang dipimpin ketuanya masing-masing akan ikut terjun ke lokasi unjuk rasa. Tokoh yang  menyatu dengan Garda Bumi terdiri dari Ketua DPC Federasi Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sentra Industri (FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Sukabumi, Abdul Azis Pristiadi; Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Sukabumi, Habib Lutfi bin Jindan; dan Ketua Poskab Sapu Jagat, Asep Mukarom.

Kemudian Ketua Harian Marcab Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Sukabumi, Ismail Banda; Ketua PP Lokindo (Perkumpulan Pengusaha Lokal Indonesia), Hendri Tias; Ketua DPC Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Kabupaten Sukabumi, Rana; dan Ketua DPC KKMP (Komando Kesatuan Pembela Merah Putih) Kabupaten Sukabumi, Uce Solihin.

Selain itu, Garda Bumi juga akan melancarkan tuntutan penghapusan sistem kontrak dan mendesak pembatalan rencana PHK. Kelompok massa besar ini juga menginginkan pembayaran upah buruh yang dirumahkan sejak bulan Februari 2019. Jumlah peserta unjuk rasa diprediksi 2.000 orang. (*)

Print Friendly, PDF & Email