Wabup Sampaikan Perpanjangan Masa PSBB

oleh -
Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono (ketiga dari kiri) bersama Forkopimda mengikuti rapat virtual yang dipimpin Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan salah satu keputusannya pemberlakuan PSBB tahap III.

Wartawan Nanang Setiana

Salah satu alasan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diperpanjang hingga berlanjut ke tahap III di Kabupaten Sukabumi karena daerah ini masih berstatus zona kuning. Dengan status tersebut, Pemkab Sukabumi harus tetap menerapkan aturan-aturan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Adjo Sardjono setelah mengikuti rapat virtual yang dipimpin Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/5/2020). Sebagaimana PSBB tahap I dan II, kata wabup, PSBB tahap III juga diberlakukan secara parsial.

“PSBB tahap I di 14 kecamatan, kemudian tahap II di 12 kecamatan dan dua desa. Sementara PSBB tahap III di 6 kecamatan dan 4 desa,” jelas wabup.

Kecamatan-kecamatan yang wilayahnya dimasukkan ke dalam PSBB III terdiri dari Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Cisaat, Cibadak, dan Sukaraja. Sementara 4 desa yang secara parsial memberlakukan PSBB terdiri dari dari Desa Citarik (Palabuhanratu), Bojonggaling (Kecamatan Bantargadung), Desa Wanasari (Kecamatan Surade), dan Desa Sukadamai (Kecamatan Cicantayan).

“Penetapan wilayah PSBB ini disesuaikan dengan perkembangan Covid-19, ODP, dan PDP,” jelas wabup.

Berdasarkan rekomendasi dari gubernur yang disampaikan pada rapat virtual, masa PSBB lanjutan diberlakukan dari 30 Mei sampai dengan 12 Juni 2020. Setelah pemberlakuan PSBB III, ujar Adjo, Pemkab Sukabumi akan terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi untuk mengubah wilayah Kabupaten Sukabumi dari zona kuning menjadi zona biru.

“Kami harapkan masyarakat bisa lebih disiplin dalam memakai masker dan mencuci tangan.  Di tempat keramaian, sudah ada TNI dan Polri untuk penegakan disiplin,” kata dia.

Wilayah-wilayah di luar PSBB parsial akan menerapkan adaptasi kebiasan baru (AKB) yang salah satu cirinya memberlakukan protokol kesehatan. Wabup juga menegaskan, untuk tempat wisata, pemda tetap akan menutupnya untuk sementara. (*)  

Print Friendly, PDF & Email