Caleg yang Tidak Puas Bisa Ajukan Keberatan ke MK

oleh -
Agung Dugaswara

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Calon anggota legislatif (caleg) yang tidak puas terhadap hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 KPU Kota Sukabumi bisa mengajukan keberatan melalui sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) ke MK (Mahkamah Konstitusi). Proses persidangan PHPU akan dimulai setelah penetapan hasil pemilu oleh KPU RI.

banner 970x90

“Apabila ada peserta Pemilu 2019 yang masih berkeberatan terkait hasil rapat pleno, dia bisa mengajukan keberatan melalui PHPU di Mahkamah Konstitusi. Nantinya MK akan memutuskan sengketa hasil berdasarkan bukti-bukti yang diajukan caleg yang berkeberatan terhadap hasil penghitungan suara,” kata Komisioner KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara, Selasa (30/4/2019). 

Berdasarkan Peraturan MK Nomor 5 Tahun 2018, pendaftaran untuk sengketa Pileg dimulai 5 Mei sampai dengan 25 Mei 2019. Selanjutnya sidang perdana dan pemeriksaan pendahuluan untuk PHPU Pileg dilakukan pada rentang waktu 9-12 Juli 2019. Selanjutnya MK akan menggelar putusan PHPU Pileg pada 6 sampai dengan 9 Agustus 2019.

“MK membuka kesempatan kepada para caleg yang tidak puas untuk menyampaikan keberatan,” ujar Agung.

Baca juga…..

Rapat Pleno Penghitungan Suara Selesai, Para Saksi Terima Hasil Pemilu

PKS Raih Suara Terbanyak, Tapi Perolehan Kursi di Bawah Gerindra dan Golkar

Pada Pemilu tahun ini, lanjut dia, tingkat partisipasi pemilih mengalami kenaikan yang cukup siginifikan dari 75 persen pada Pilakda lalu menjadi 83,90 persen. Jumlah DPT yang ditetapkan KPU Kota Sukabumi mencapai 232.961 orang.

“Selama penyelenggaraan Pemilu 2019, satu orang Ketua KPPS dan satu orang Pamsung meninggal dunia. Kami sudah berkoordinasi dengan  KPU Provinsi Jawa Barat untuk memberikan semacam santunan kepada keluarganya,” kata Agung.

Petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia terdiri dari  Tedi Supriadi (44), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 15 Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum dan Andi (57), Pamsung di TPS 13 Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. 

“Kami menyampaikan bela sungkawa dan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Tedi dan Pak Andi. Demokrasi itu mahal, tapi nyawa manusia tetap tidak dapat dinilai dengan ukuran apapun. Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan pemilu selanjutnya,” tutur dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email