Pemda Harus Berkomitmen Tingkatkan Penyerapan Anggaran

oleh -
DR. H. Mulyono

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pemda Kota Sukabumi harus berkomitmen untuk meningkatkan penyerapan anggaran untuk belanja modal pada APBD 2019. Wali Kota Sukabumi dan jajarannya mesti berkejaran dengan sisa waktu tahun takwim yang tinggal dua bulan lagi. Semua pihak harus mendorong pemda agar terpacu untuk mencapai target penyerapan anggaran.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi, DR. H. Mulyono ketika membahas masih rendahnya penyerapan anggaran APBD 2019 kepada wartawan, Selasa (29/10/2019). Politisi Partai Nasdem yang pernah menjabat Wakil Wali Kota Sukabumi periode 2008-2013 ini mengharapkan seluruh perangkat daerah bisa memacu kinerjanya agar dapat menyerap anggaran untuk belanja modal.  

“Mungkin tidak terserapnya anggaran belanja modal ada kendala yang dihadapi perangkat daerah. Bisa saja ada kendala di sisi aturan yang menghambat penyerapan belanja modal,” kata Mulyono.  

Bagaimanapun keadaannya, ujar dia, pemda harus bisa menyerap anggaran belanja modal karena erat kaitannya dengan kepentingan masyarakat. Kalau anggaran tidak terserap secara optimal, hal itu  bisa berpengaruh terhadap APBD 2020. Sampai saat ini, tingkat penyerapan untuk belanja modal pada APBD Kota Sukabumi tahun anggaran 2019 baru mencapai 13,99 persen.

“APBD itu merupakan kebijakan politik, jadi dalam pelaksanaan dan evaluasinya harus ada komunikasi yang baik di antara eksekutif maupun legislatif,” tutur Mulyono.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Kamal Suherman menambahkan, tingkat penyerapan anggaran yang masih rendah mendorong legislatif untuk mempertanyakannya kepada eksekutif. Terkait dengan hal itu, DPRD akan menggelar rapat pembahasan anggaran yang mengundang eksekutif.

“Hari Jumat kami agendakan rapat Banmus untuk membahas penyerapan anggaran. Saya akan tanyakan rendahnya penyerapan belanja modal kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ujar Kamal.  

Seharusnya, ujar Kamal, Pemkot Sukabumi memperhatikan belanja modal agar anggarannya bisa terserap dengan baik. Tingkat penyerapan belanja modal yang sangat rendah, kata dia, berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Total belanja modal untuk tahun anggaran 2019 mencapai 250 miliar rupiah. Jangan sampai anggaran tersebut tidak terserap dan menjadi SILPA atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran,” ujar Kamal. (*)

Print Friendly, PDF & Email