Mempertahankan Gigi untuk Kenyamanan di Hari Tua

oleh -
Ali Sudiharja, dokter gigi yang dikenal masyarakat Sukabumi karena keramahan dan ketekunannya dalam memberikan konsultasi kepada para pasien.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Memulai praktik di Klinik Gigi Halus tahun 2005, drg. Ali Sudiharja perlahan tapi pasti mendapat tempat di hati warga Sukabumi. Dalam melayani pasien dengan keramahan dan senyum. Ali juga dikenal sebagai dokter yang tidak asal cabut gigi walaupun kondisi gigi pasien sudah rusak di bagian mahkota atau tinggal tunggulnya.

banner 970x90

“Kami selalu melihat sisa mahkota gigi, dikira-kira persentasenya. Apabila masih bisa direstorasi, kami akan melakukan perawatan. Karena ketika gigi sudah dicabut, pasien harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk memperoleh kenyamanan seperti menggunakan gigi asli,” kata Ali kepada wartawan di Jalan Nyomplong Kota Sukabumi, Minggu (29/9/2019).

Terhadap gigi yang nasih bisa diperbaiki, Ali akan merawatnya dengan tekun dan sabar dengan cara menambal untuk membuat mahkota gigi bagus kembali. Kebanyakan pasien, ujar dia,  berpikir ketika mahkota sudah rusak, gigi tersebut tidak bisa digunakan lagi. Padahal sebenarnya masih bisa direstorasi dengan perawatan yang tekun. 

Gigi yang sudah dicabut tidak bisa digantikan, lanjut dia. Sekarang ada teknologi implan gigi yang dapat menghasilkan gigi imitasi yang lebih nyaman dibandingkan gigi palsu, tapi harganya mahal bagi kebanyakan orang yakni antara Rp15 juta hingga Rp40 juta. Makanya Ali lebih suka melakukan perawatan mahkota gigi agar untuk bisa ditambal. 

“Kalau kondisi gigi patah tinggal setengah, sebenarnya tidak perlu dicabut karena masih bisa ditambal. Yang penting akar giginya masih kuat,” tuturnya.

Sebisa mungkin gigi itu harus dipertahankan. Sebab seiring bertambahnya umur, manusia tetap membutuhkan gigi untuk memotong dan menguyah makanan.  Apabila gigi sudah habis semua, manusia rentan dengan berbagai penyakit. Diakuinya perawatan untuk mempertahankan mahkota gigi yang rusak perlu biaya cukup tinggi. Karena itu Klinik Gigi Halus melayani perawatan dan pengobatan gigi dengan BPJS.

Melihat fakta masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tata cara perawatan dan pemeliharaan gigi, Ali menyebutkan perlu adanya edukasi. Ali selalu membuka diri dan siap menjadi penceramah atau narasumber gratis untuk berbagi pengetahuan seputrar perawatan gigi.  Dia ingin masyarakat mengerti dan memahami tata cara mempertahankan kondisi gigi yang sehat dan kuat.

“Kalau kita bisa mempertahankan gigi, hidup di hari tua akan lebih nyaman,” ujar Ali.

Seiring perkembangan zaman dan kemudahan akses pengetahuan, kesadaran masyarakat untuk mempertahankan gigi semakin tinggi. Dulu, kata dia, orang yang sakit gigi langsung minta dicabut giginya. Sekarang, banyak pasien yang lebih memilih berkonsultasi perawatan dibandingkan pencabutan gigi. 

Ali merupakan lulus Fakultas Kedokteran Gigi di kampus reformasi Universitas Trisaksi tahun 1996. Sebelum membuka klinik, dia pernah mengelola majalah dan bekerja di perusahaan swasta. Sesuai latar belakang pendidikannya, akhirnya dia memutuskan untuk membuka praktik dokter gigi dengan mengelola Klinik Gigi Halus. (*)

Ali Sudiharja, dokter gigi yang dikenal masyarakat Sukabumi karena keramahan dan ketekunannya dalam memberikan konsultasi kepada para pasien.    

Print Friendly, PDF & Email