Massa PDIP Datangi Polres, Nyatakan Sikap atas Pembakaran Bendera Partai

oleh -
Massa PDI Perjuangan menggelar aksi damai di halaman Mapolres Sukabumi untuk menyampaikan pernyataan sikap atas insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Massa PDI Perjuangan mendatangi Mapolres Sukabumi di Jajaway Palabuhanratu untuk menyampaikan aspirasi penyelesaian secara hukum pembakaran bendera partai, Senin (29/6/2020).

banner 970x90

Mereka mendatangi Mapolres Sukabumi dengan tertib dan teratur dan langsung menyuarakan pernyataan sikap atas pembakaran bendera PDI Perjuangan pada aksi menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di DPR RI.

Sebelum tiba di Mapolres, massa yang terdiri dari ratusan pengurus dan anggota PDI Perjuangan berkumpul di Lapang Cangehgar. Setelah kumpul, massa bergerak ke arah utara menuju Mapolres Sukabumi. Tampil sebagai pemimpin di barisan paling depan adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Yudi Suryadikrama  didampingi sejumlah pengurus dan anggota DPRD.

“Kami datang ke Polres Sukabumi dalam bentuk aksi damai untuk menyikapi insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan,” kata Yudi kepada wartawan di tempat aksi damai. 

Di Mapolres Sukabumi, massa PDI Perjuangan diterima oleh Wakil Kapolres Sukabumi, Kompol Sigit Rahayudi. Dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi tampak hadir Sekretaris H. Tata Subrata dan para wakil ketua dan pengurus lainnya. Para pengurus yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sukabumi yang hadir terdiri dari Paoji Nurjaman,  H. Ace Herlina, dan Hj. Elis Ernawati.

Yudi dan para pengurus langsung menyampaikan orasi dan penyataan sikap atas pembakaran bendera PDI Perjuangan. Mereka menyatakan 8 sikap di depan para pejabat kepolisian dan peserta aksi.

Sikap keempat, kelima, keenam, dan ketujuh terkait dengan jajaran kepolisian. Mereka mendukung sepenuhnya Polri yang memiliki motto Promoter atau profesional, modern, dan terpercaya untuk menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia.

Mereka mendesak Polri untuk mengusut tuntas insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan di tengah aksi penolakan RUU HIP pada 24 Juni 2020.

Massa juga menginginkan polisi segera menangkap dan memproses secara hukum para pembakar bendera tersebut. Mereka juga mendesak penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut harus dilakukan secara profesional dan transparan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas Korp Polri.

“Pembakaran bendera PDI Perjuangan yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan tindakan yang tidak berpijak pada akar sejarah budaya bangsa sehingga dapat mencederai hubungan kemanusiaan yang bercirikan memanusiakan manusia lainnya,” kata Yudi saat membacakan pernyataan sikap poin pertama.

Pernyataan kedua, pembakaran bendera partai merupakan bentuk pengingkaran terhadap peraturan perundang-undangan yang telah menjadi sumber dinamika kehidupan bangsa yang dinamis dalam membangun interaksi politis warga bangsa.

Pernyataan sikap ketiga menegaskan, PDI Perjuangan bukanlah partai yang berideologi komunis. PDI Perjuangan adalah partai yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa. 

Terakhir, penyataan poin kedelapan,  agar insiden serupa jangan sampai terulang lagi di seluruh pelosok Nusantara khususnya di wilayah hukum Kabupaten Sukabumi.

“Untuk itu kami mendukung sepenuhnya Kepolisian Republik Indonesia untuk mengambil langkah preventif agar situasi dan kondisi tetap terjaga secara kondusif dan produktif,” ujar Yudi. (*)  

Print Friendly, PDF & Email