Rapid Test Covid-19 Mesti Bayar Ratusan Ribu

oleh -
Proses pemeriksaan untuk rapid test Covid-19 secara massal yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Selama ini pemeriksaan rapid test yang dilakukan secara uji petik bagi warga dibiayai oleh pemerintah daerah. Namun jika tes itu untuk keperluan pribadi seperti untuk surat perjalanan dan keterangan sehat, warga harus datang ke rumah sakit dan membayar biaya tes yang besarnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

banner 970x90

“Apabila kebutuhan rapid test untuk pribadi memang dibiayai secara pribadi, bukan oleh pemerintah daerah,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr. Wahyu Handriana dihubungi via pesan WhatsApp, Jumat (29/5/2020) pagi.

Banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan rapid test dan pembuatan surat keterangan bebas Covid-19. Beberapa fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut antara lain RSUD Al-Mulk, Kimia Farma, dan RS Rido Galih.

“Penyediaan paket-paket tersebut merupakan inisiatif dari rumah sakit, tidak diinisiasi oleh Pemkot Sukabumi,” ujar Wahyu.

Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat yang akan bepergian ke daerah lain harus membawa surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 berdasarkan rapid test. Mereka yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan tersebut, kemungkinan akan disuruh balik kanan oleh petugas di tempat pemeriksaan check point perbatasan.

Informasi yang dishare melalui Grup Covid-19 oleh Wahyu menyebutkan, dalam layanan paket pemeriksaan rapid test itu, RSUD Al-Mulk menyediakan beberapa paket.

Ada paket mandiri dengan biaya Rp300 ribu untuk rapid test, lalu paket safari seharga Rp350 ribu untuk rapid test, pemeriksaan dokter, surat keterangan perjalanan, dan paket safari plus dengan biaya Rp360 ribu untuk rapid test, pemeriksaan dokter, surat keterangan pengantar perjalanan, dan surat keterangan sehat.

Lalu ada juga paket safari mantap dengan biaya sebesar Rp475 ribu. Untuk paket yang terakhir ini, cakupan layanannya lebih banyak yaitu rapid test, pemeriksaan dokter, surat keterangan pengantar perjalanan, surat keterangan sehat, laboratorium H2TL, Diff Count, dan radiologi berupa foto thorax. 

Wahyu juga mengabarkan adanya paket pelayanan di klinik Kimia Farma yakni paket A, paket B, dan paket C. Paket A dengan tarif Rp650 ribu menyediakan layanan rapid test Covid-19 dan konsultasi dokter, paket B sebesar Rp775 ribu dengan rincian layanan rapid test Covid-19, konsultasi dokter, dan hematologi lengkap, serta paket C dengan biaya sebesar Rp965 ribu dengan rincian rapid test Covid-19, konsultasi dokter, hematologi lengkap, dan foto thorax. 

Salah seorang warga Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Shifa Rahmandani mengurus pemeriksaan tersebut ke RSUD Al-Mulk untuk keperluan melanjutkan kuliah ke Padang. Waktu di rumah sakit, Shifa harus mengantre karena banyak warga yang mengurus surat hasil pemeriksaan rapid test untuk perjalanan ke berbagai daerah seperti Bandung, Bekasi, dan Jakarta. 

“Mau tidak mau saya harus membuat surat keterangan dari rumah sakit supaya lancar di perjalanan  sampai tujuan,” ujar Shifa. (*)

Print Friendly, PDF & Email