Komisi III Dorong Disdikbud Punya Inovasi Protokol Kesehatan

oleh -
Suasana rapat koordinasi antara Komisi III DPRD Kota Sukabumi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang membahas persiapan PPDB.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Komisi III DPRD Kota Sukabumi mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk mengembangkan inovasi protokol kesehatan yang dapat diterapkan di sekolah. Dengan inovasi tersebut, para guru dan peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19. 

banner 970x90

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto ketika ditemui wartawan, Jumat (29/5/2020). Salah satu opsi yang ditawarkan Komisi III, kata Bambang, adalah pengurangan jumlah murid di dalam kelas hingga tinggal 50 persen serta memberlakukan sistem shift secara bergilir untuk mereka.

“Kami telah membahas masalah ini dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada rapat koordinasi yang digelar kemarin. Rakor ini dalam rangka persiapan penerimaan peserta didik baru atau PPDB di sekolah. Kami sampaikan dorongan untuk mengembangkan inovasi protokol kesehatan,” ujar Bambang.

Penerapan protokol kesehatan, kata dia, merupakan hal yang niscaya karena tidak lama lagi masyarakat akan menerapkan tatanan hidup new normal.

Terkait PPDB, pelaksanaannya secara online. Untuk itu, Disdikbud akan bekerja sama dengan penyedia jaringan internet dengan anggaran sebesar Rp80 juta. Komisi III, kata Bambang, mengharapkan terlaksananya PPDB yang lancar tanpa ada gangguan jaringan internet.

“Disdikbud masih merumuskan juklak dan juknis untuk PPDB yang pelaksanaannya akan dimulai pada pertengahan bulan Juni nanti. Sementara pihak penyedia jaringan internet harus memastikan jaringan internet tidak eror pada saat pelaksanaan PPDB nanti,” ujar dia.

Sementara itu dihubungi terpisah via pesan singkat WhatsApp, Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Hj. Nicke Siti Rahayu menjelaskan,  jajarannya telah menyiapkan panduan proses pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan. Prosedur yang akan diterapkan di sekolah itu, ujar dia, harus mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi.

Terkait PPDB, Nicke menyampaikan, dinas yang dipimpinnya sedang mempersiapan juklak dan juknisnya. Dalam persiapan ini termasuk kemungkinan adanya orang tua yang tidak melek teknologi informatika. Untuk orang tua seperti itu, ujar dia, proses pendaftarannya akan dibantu oleh sekolah. (*)

Print Friendly, PDF & Email