Ditinggalkan Pengembang, Warga PNG Inisiatif Memperbaiki Jalan

oleh -
Jalan menuju Perumahan Nirwana Graha di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi dalam keadaan hancur lebur karena selama bertahun-tahun tidak diperbaiki dengan status belum diserahkan kepada pemda. Warga perumahan memperbaiki jalan tersebut secara swadaya dan gotong royong.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Warga Perumahan Nirwana Graha (PNG) yang terletak di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi bergotong royong membangun jalan masuk ke perumahan mereka. Perbaikan jalan tersebut tidak dapat diserahkan kepada pemerintah karena sampai sekarang belum ada serah terima fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari pengembang kepada Pemkot Sukabumi.

banner 720x90

“Kondisi jalan utama ke perumahan kami sudah hancur karena selama bertahun-tahun tidak diperbaiki. Kami yakin jalan ini tidak akan diperhatikan lagi oleh pengembang. Makanya warga di sini bergotong royong untuk memperbaiki jalan,” kata Sutan (43), salah seorang warga PNG kepada wartawan, Senin (29/4/2019).

Jalan utama akses ke PNG itu dalam keadaan hancur lebur. Pada musim hujan seperti sekarang, di sepanjang jalan utama menuju PNG tersebut dipenuhi dengan genangan air yang membuat pengguna jalan tidak nyaman. Di tengah terik matahari musim kemarau, jalur jalan dipenuhi dengan debu. 

“Kami sepakat untuk mengumpulkan dana secara swadaya agar dapat memperbaiki jalan ke perumahan kami. Untuk kekurangannya kami akan mengajukan permintaan bantuan ke pemda, barangkali saja ada dana perbaikan jalan lingkungan,” ujar Sutan.

Sampai sekarang, pengembang PNG tidak melakukan serah terima untuk fasos dan fasum yang menurut aturan luasnya 2,5 persen dari luas perumahan. Warga PNG juga tidak memiliki tempat pemakaman umum yang seharusnya disediakan oleh pengembang sebagai bagian dari kewajiban penyediaan fasos dan fasum.

“Karena belum ada penyerahan ke pemerintahan, bantuan dari pemda untuk memperbaiki jalan dalam bentuk proyek tidak dapat dilakukan karena status jalan masih milik pengembang,” kata dia.

banner 720x90

Semestinya, lanjut Sutan, harus ada peran aktif dan inisiatif dari Ketua RT dan Ketua RW untuk pengurusan serah terima fasos dan fasum melalui kantor kelurahan. Nanti, kantor kelurahan akan menembuskannya ke Wali Kota Sukabumi agar bisa memaksa pengembang untuk mentaati peraturan terkait fasos dan fasum.

Di tempat berbeda Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyatakan, terkait lambatnya serah terima fasos dan fasum perumahan, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan surat imbauan kepada kalangan developer untuk memperhatikan hal tersebut. Terakhir, kata dia, Balai Kota melayangkan surat teguran keras kepada pengembang yang tidak mengindahkan surat imbauan itu.

“Bagi para pengembang yang tidak memenuhi kewajibannya, mereka tidak akan bisa melakukan pengembangan perumahan yang dibangunnya,” ujar Fahmi.

Untuk perumahan yang ditinggalkan pengembang, kata wali kota, pihaknya akan melakukan pemutihan dengan Kementerian PUPR. Pemkot Sukabumi juga akan segera mendata pengembang yang tidak memberikan fasos dan fasum kepada warga perumahan yang dibangunnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email