SMKN 1 Bojonggenteng Gelar Workshop Peningkatan Mutu Penilaian

oleh -
Kepala SMKN 1 Bojonggenteng, Dadan Sumengkar, S.P.M., M.Pd. (kanan) bersama narasumber workshop peningkatan mutu penilaian berbasis HOTS, Joko Purwanto.

Wartawan Nanang Setiana

SMK Negeri 1 Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggelar workshop peningkatan mutu penilaian berbasis HOTS bertempat di sekolah tersebut, Kamis (28/11/2019). Workshop diresmikan oleh Kepala SMKN 1 Bojonggenteng,  Dadan Sumengkar, S.P.M., M.Pd. dan diikuti 36 orang peserta guru produktif.

Pada workshop tersebut tampil sebagai narasumber pakar pendidikan Joko Purwanto dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bispar (Bisnis dan Pariwisata). Para peserta berasal dari bidang keahlian akutansi, multimedia, tata busana, dan teknik kendaraan ringan. Workshop berlangsung selama tiga hari.

“Sebagai SMK revitalisasi, kami  selalu melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan. Pentingnya program revitalisasi SMK didasarkan berbagai faktor antara lain adanya tantangan global akibat Revolusi Industri 4.0 di abad XXI dan persaingan global yang makin berat,” kata Dadan ketika meresmikan workshop.

Salah satu tujuan workshop, lanjut dia, adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penilaian berbasis kompetensi, melakukan pembelajaran dan penilaian secara daring, dan meningkatkan kemampuan guru dalam membuat instrumen penilaian uji kompetensi keahlian.

“Jadi sasaran workshop ini untuk guru pengampu mata pelajaran produktif,” tambahnya. 

Dengan mengikuti workshop tersebut, para peserta dapat memiliki kemampuan menilai berbasis HOTS (Higher-Order Thinking Skills) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Sementara narasumber Joko Purwanto menyampaikan materi terkait workshop antara lain perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS.

“HOTS atau Higher-Order Thinking Skills adalah kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat atau recall, menyatakan kembali atau restate, atau merujuk tanpa melakukan pengolahan atau recite,” jelas Joko. 

Jika semula siswa hanya dapat mengingat, memahami, dan menerapkan, dengan HOTS, lanjut dia, mereka  akan berpikir kritis dengan level kognitif yang lebih tinggi yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

“Dengan pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS logikanya  siswa kita akan meningkat kemampuan berpikirnya yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan prestasi secara keseluruhan,” terangnya. 

Para peserta workshop dari kalangan para guru. 

Para peserta secara aktif dan bersemangat mengikuti seluruh tahapan workshop. Mereka mengerjakan latihan-latihan dalam pembuatan perangkat penilaian seperti membuat soal, kisi-kisi, kartu soal, dan RPP dengan dipandu oleh narasumber. Setelah itu para peserta workshop memaparkan dan mempresentasikan hasil kerjanya masing-masing yang dilanjutkan dengan diskusi. (*)

Print Friendly, PDF & Email