DLH Gelar Sosialisasi Pengurangan Sampah untuk Pelaku Usaha

oleh -
Wali Kota Sukabumi Sukabumi, H. Achmad Fahmi (tengah) setelah pembukaan sosialisasi pengurangan sampah kepada pelaku usaha didampingi Kepala DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman (kedua dari kanan) dan Kabid Pelayanan Kebersihan, Neng Rahmi (kedua dari kiri).

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menggelar sosialisasi pengurangan sampah kepada para pelaku usaha bertempat di Hotel Taman Sari, Kamis (28/11/2019). Pada kegiatan yang diresmikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi itu tampak hadir sekitar 70 pelaku usaha yang beraktivitas di wilayah Kota Sukabumi.

“Tujuan kegiatan ini untuk menyampaikan sosialisasi dan imbauan kepada kalangan pelaku usaha agar mereka melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPSA supaya terjadi pengurangan volume sampah,” kata Kepala DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman setelah pembukaan sosialisasi.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Wali Kota Fahmi mengimbau para pelaku usaha agar menyiapkan tempat-tempat penampungan sampah untuk memudahkan petugas kebersihan dalam pengangkutan dan pengelolaan sampah. Idealnya sampah tersebut telah dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, dan sampah berbahaya.

“Saya juga meminta kepada Pak Kadis DLH untuk memfasilitasi upaya masyarakat termasuk pelaku usaha yang telah berkomitmen dalam memilah sampah. Jangan sampai, sampah yang telah dipilah bercampur kembali dalam proses pengangkutan. Ketika masyarakat sudah komitmen, Pemda harus memfasilitasi tentunya,” kata wali kota setelah meresmikan sosialisasi pengurangan sampah untuk pelaku usaha.

Sampai saat ini masih ada warga yang membuang sampah sembarangan dalam arti tidak tepat tempat dan waktu, ujar Fahmi. Ke depan, kata dia, bila perlu pemda memberlakukan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Tahapannya sekarang, pemda harus terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kebersihan DLH Kota Sukabumi, Neng Rahmi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi volume sampah di TPSA maupun TPA. Salah satunya bekerja sama dengan peternak magot atau belatung dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos.

“Kami upayakan agar para pelaku usaha kooperatif dan bisa sinergis dengan kami. Hari ini kami buat kesepahaman bersama mereka terkait pengelolaan sampah. Tahun 2020, kami akan memberlakukan kewajiban pemilahan sampah bagi pelaku usaha,” ujar Rahmi.

Volume sampah di Kota Sukabumi, lanjut dia, mencapai 170 ton, sebanyak 63 persen berupa sampah organik. Nantinya, truk pengangkut sampah organik dipisahkan dengan truk pengangkut sampah anorganik. DLH akan mengoperasikan truk khusus sampah organik termasuk mosam (motor sampah). 

“Pemilahan sampah itu harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami akan terus menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah ke masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha. Kami menyambut beberapa pelaku usaha  yang siap bekerja sama dalam proses pemilahan sampah,” tutur Rahmi. (*)

Print Friendly, PDF & Email