Serapan APBD Masih Rendah, Legislator Miris

oleh -
HM. Faisal Anwar Bagindo

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Rendahnya penyerapan APBD Kota Sukabumi pada 2019 yang baru mencapai 13,99 persen untuk belanja modal membuat Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PAN, HM. Faisal Anwar Bagindo merasa miris. Faisal khawatir kondisi seperti itu dapat memicu krisis kepercayaan masyarakat kepada kepala daerah.

“Wallahi, saya merasa miris terhadap tingkat penyerapan anggaran yang masih teramat rendah. Hari gini sudah mendekati bulan Desember masih sebesar 13,99 persen,” kata Faisal kepada wartawan, Senin (28/10/2019). 

Ini sangat menyedihkan, lanjutnya. Artinya Pemkot Sukabumi belum siap mengantisipasi penggunaan dan pengalokasian APBD untuk kepentingan pembangunan. Anggota Komisi II ini juga menjelaskan, sampai sekarang belum ada penjelasan dari Wali Kota Sukabumi terkait hal tersebut.

“Kami menjadi bertanya-tanya. Apakah tidak terserapnya belanja modal terkendala dengan mepetnya waktu atau memang minat pihak rekanan yang kurang? Apabila terjadi minat rekanan kurang, hal itu harus dicari akar permasalahannya. Bisa saja hal itu terjadi karena birokrasinya berbelit-belit sehinga menyebabkan orang menjadi jenuh dan tidak mau ikut lelang,” tutur Faisal.

Dia juga pernah mendengar selentingan dari asosiasi rekanan yang menyatakan, server untuk ULP (Unit Layanan Pengadaan) masih tergantung pada server milik Pemerintah Provinsi Jabar. Kota Sukabumi tidak mempunyai server  sendiri sehingga rekanan/asosiasi harus mengakses server provinsi. Prosesnya menjadi berbelit-belit. 

“Pemerintah harus segera merampingkan prosedur birokrasi dan sistem  lelang. Kalau tidak ada rekanan yang ikut lelang, pihak yang dirugikan tentu pemerintah sendiri. Di sisi lain masyarakat yang merasakan dampaknya karena pembangunan tidak jalan,” ujar dia.

Faisal mendesak Wali Kota Sukabumi dan pimpinan perangkat daerah untuk memberikan perhatian pada persoalan ini. Jangan sampai muncul anggapan dari masyarakat bahwa Wali Kota Sukabumi dan jajarannya tidak mampu menyerap APBD.

“Satu tahun kepemimpinan Wali Kota bisa dianggap tidak berhasil kalau dilihat dari penyerapan anggaran khususnya untuk belanja modal yang masih sangat rendah,” ucapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email