Disnakertrans Berdayakan TKM Budidaya Ikan Sidat di Sirnasari

oleh -
Pembukaan acara pembekalan TKM ikan sidat dihadiri Dasep Abdullah (pendamping), Dadang Tapiana (Kasi Perluasan Tenaga Kerja), Yudi Budimansyah (Kasipem Kecamatan Cisaat), Lina Evelin Marlina (Sekdis Nakertrans), Rudi Adam Mulyana (PPK), dan Iwan Dirwana (Kasi Produksi Dinas Kelautan dan Perikanan).

Wartawan Usep Mulyana

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menggelar pembekalan TKM (Tenaga Kerja Mandiri) budidaya ikan sidat di Kampung Babakan RT 25 RW 09 Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Senin (28/10/2019).

Menurut Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Lina Evelin Marlina, tujuan dari kegiatan tersebut untuk menjadikan ikan sidat komoditas unggulan di Kampung Sirnasari.

“Ikan sidat memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan di Kampung Sirnasari. Alam dan SDM-nya sangat mendukung,” kata Lina setelah meresmikan pembekalan TKM kelompok usaha pembudidayaan ikan sidat.

Budidaya ikan sidat, ujar Lina, membutuhkan sentuhan yang berbeda dibandingkan budidaya yang lainnya. Pembekalan, kata dia, diarahkan untuk meningkatkan kemampuan para pembudidaya ikan sidat dalam mengembangkan usahanya. Pada pembekalan itu diserahkan pula bantuan fasilitas peralatan budidaya ikan sidat dari Kementerian Tenaga Kerja.

“Mudah-mudahan fasilitas dari kementrian dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pembudidaya ikan sidat di sini,” katanya. 

Sementara Kasi Pemerintahan Kecamatan Cisaat, Yudi Budimansyah menjelaskan,  warga Kecamatan Cisaat khususnya di Kampung Sirnasari mayoritas bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Namun dalam pembekalan kali ini ada yang spesial karena menyangkut budidaya ikan sidat.

“Kalau memelihara ikan koi, emas, atau nila itu sudah umum dan biasa. Tapi kalau ikan sidat, itu sangat langka dan khusus,” ujarnya.

Kepala Desa Sukasari,  Usman Rusman menuturkan,  para peserta didorong untuk serius mengikuti pembekalan yang menggunakan anggaran dari pemerintah tersebut. Usman mengharapkan pembekalan dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru di bidang budidaya ikan sidat. 

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Produksi Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Iwan Dirwana menjelaskan, jika digeluti dengan sungguh-sungguh, budidaya ikan sidat dapat mendatangkan keuntungan yang berlimpah.  

Di Indonesia,  ujar dia, benih ikan sidat berharga Rp7 juta perkilogram. Kalau di Jepang dan Korea Selatan, harganya bisa lebih tinggi lagi, bisa setara dengan harga satu buah Kijang Inova. (*)

Print Friendly, PDF & Email