Taruna SMKN 1 Palabuhanratu Ikuti Diklat Kapal Niaga Selama 72 Jam

oleh -
Di bawah bimbingan instruktur dari BPPTL Jakarta, para taruna dan taruni SMKN 1 Palabuhanratu mengikuti diklat kapal niaga.

Wartawan M. Ridwan

Sebanyak 95 taruna dan taruni SMKN 1 Palabuhanratu mengikuti diklat Basic Safety Training (BST) untuk kategori kapal niaga. Pada diklat itu, mereka mendapatkan materi teori dan prakti dalam operasional kapal niaga di laut lepas.

banner 970x90

Ketua Pelaksana Diklat BST SMKN 1 Palabuhanratu, Rio Rokhmani menjelaskan, diklat tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Para peserta mengikuti kegiatan diklat selama 10 hari atau 72 jam diklat.

Diklat, ujar dia, merupakan program wajib bagi siswa taruna dan taruni di SMKN 1 Palabuhanratu. Para taruna dan taruni mengikuti diklat dari 24 Agustus sampai dengan 2 September 2020.

“Alhamdulillah lulusan dari SMKN 1 Palabuhanratu dibekali keahlian sesuai jurusannya dan memiliki sertifikat. Para alumni banyak yang bekerja di kapal niaga, kapal penumpang, dan kapal pesiar,” ujar Rio kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).

Pada diklat itu para peserta dibekali materi antara lain tata cara dan prosedur menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran di kapal. Teori dan praktik yang diberikan berupa teknik berenang dan cara menggunakan sekoci.

Pelatihan tersebut merupakan program pemberdayaan masyarakat Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BPPTL) Jakarta tahun anggaran 2020. Para instruktur dan sebagian peralatan diklat disiapkan oleh BPPTL Jakarta.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keahlian kepada taruna dan taruni sebagai bekal mereka untuk bekerja di kapal laut yang salah satunya kapal niaga,” kata instruktur dari BPPTL Jakarta, Capt Boyke Aries.

Dengan diklat tersebut, para taruna diberi materi teori dan praktik penyelamatan kapal dan ABK dari musibah kebakaran. Materi-materi yang diberikan antara lain PST (personal safety training), EFA (elementary first aid), dan PSSR (personal safety social responsibility).  

“Setelah diklat, para taruna dan taruni yang menjadi peserta diberi sertifikat,” ujar Boyke. (*)  

Print Friendly, PDF & Email