Di Tengah Wabah Covid-19, Masyarakat Bisa Diperiksa Kesehatan Gigi

oleh -
Pemilik Klinik Gigi Halus, drg. Ali Sundiharja mengenakan APD standar medis.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Di tengah wabah Covid-19 masyarakat bisa memeriksakan kesehatan gigi di puskesmas atau dokter gigi. Selama ini beredar anggapan, pemeriksaan gigi dapat mempermudah penyebaran Virus Corona. Padahal dengan prosedur tertentu disertai protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 dapat dicegah pada saat pemeriksaan kesehatan gigi.

banner 970x90

Hal itu disampaikan pemilik Klinik Gigi Halus, drg. Ali Sundiharja kepada wartawan, Selasa (28/7/2020). Pendapatnya itu, ujar Ali, bukan pendapat pribadi, melainkan pendapat sejumlah akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) Jakarta.

“Kami menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan yang narasumbernya dari FKG Usakti dengan peserta perwakilan kader masyarakat. Melalui penyeuluhan tersebut, masyarakat mendapatkan informasi yang benar seputar pemeriksaan kesehatan gigi,” ujar Ali.  

Dalam penyuluhan itu Ali bertindak selaku salah seorang tim pelaksana. Penyuluhan diselenggarakan secara virtual yang merupakan hasil kerja sama antara FKG Usakti dengan RW 07 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. Tempatnya di Klinik Gigi Halus di Jalan Nyomplong, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong. Waktu pelaksanaannya Ahad (26/7/2020).  

“Selama ini masyarakat dianjurkan tidak datang ke dokter gigi. Melalui penyuluhan ini masyarakat diyakinkan bahwa mereka bisa datang ke dokter gigi. Namun sebelum berkunjung ke dokter gigi, mereka harus menggosok gigi dan berkumur. Ketika berada di tempat pemeriksaan gigi, masyarakat harus mentaati protokol kesehatan,” jelas dia.

Para akademi yang tampil sebagai narasumber antara lain drg. Monica Dewi Ranggaini, MKG, FICD; Prof. Dr. drg. Melanie Hendriaty Sadono, MBiomed., PBO; Dr. Hilmawan Halim, DMD, MS, FCID, FADI; Dr. drg. Didi Nugroho Santosa, M.Sc.; drg. Johni Halim, dan drg. Henny Kusuma.

“Masyarakat berdialog langsung dengan para ahli melalui aplikasi Zoom. Dari penuyuluhan itu diambil kesimpulan, masyarakat tidak perlu takut datang ke dokter gigi atau puskesmas ketika sakit gigi. Tapi mereka harus mentaati protokol kesehatan. Itu pendapat para ahli,” tutur Ali.

Selain menyampaikan teori, para narasumber memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Mereka juga memberikan petunjuk tentang cara membuat obat kumur berbahan dasar daun sirih.

“Akademisi FKG Usakti juga bisa memberikan penyuluhan bagi wilayah lainnya. Untuk keperluan itu, pengurus RW, RT, atau komunitas bisa menghubungi kami di Klinik Gigi Halus,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email