Boles Diundang Disparbud Jabar untuk Tampil pada Gelar Seni Budaya Virtual 2020

oleh -
Permainan Boles mendapat kesempatan untuk tampil pada ajang Gelar Seni Budaya Virtual 2020.

Wartawan Iyus Firdaus PWI  

Permainan Bola Leungeun Seuneu (Boles) mendapat undangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat untuk tampil pada pagelaran  Gelar Seni Budaya Virtual 2020.

banner 970x90

Undangan ditujukan langsung ke Pesantren Dzikir Al-Fath sebagai tempat lahir dan pengembangan Boles melalui surat yang ditandatangani oleh Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik. 

“Gelar Seni Budaya Virtual 2020 diselenggarakan dalam rangka meningkatkan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan objek pemajuan kebudayaan Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi dalam suratnya.

Dedi menyebutkan, Boles termasuk karya seni budaya yang harus dikembangkan dan dipomosikan melalui berbagai media yang dimiliki Pemprov Jabar. Seni Boleh telah dimasukkan ke dalam database kebudayaan Jawa Barat dan akan terus dipublikasikan secara besar-besaran oleh pemerintah.

Menanggapi surat dari Disparbud Jabar, pencipta Boles yang juga pengelola Pesantren Dzikir Al-Fath, Prof. DR. KH. Fajar Laksana menyatakan siap memenuhi undangan tersebut. Setelah menerima surat, Fajar langsung membentuk tim film dokumenter yang bertugas membuat video pendek dengan durasi sekitar 15 menit tentang Boles.

Nantinya film inilah yang akan dikirimkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk ditampilkan pada Gelar Seni Budaya Virtual Jawa Barat 2020. 

“Materi video pendek itu meliputi penjelasan permainan, teknik permainan, dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh para pemain. Juga diperagakan jurus-jurus silat yang mempengaruhi Boles,” kata Fajar kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Pada video tersebut juga ditampilkan kombinasi gerakan silat di dalam  Boles dan permainan cambuk api serta Ngagotong Lisung. Selain narasi, di dalam video terdapat alunan musik tradisional. Jadi di samping mendapat pengetahuan tentang Boles dan silat, penonton video dapat menikmati hiburan.  

“Permainan Boles ini mulai dikenal sekitar abad ke-13 pada masa Pajajaran. Dahulu bernama nyonyoo seuneu yang gerakan dasarnya diambil dari permainan harimau yang sedang mempermainkan api yang kemudian dikembangkan oleh para jawara,” tutur Fajar.

Filosofis yang terkandung di dalam Boles, lanjut dia, sangat kuat yakni menggambarkan perjuangan manusia melawa hawan nafsu. Boles juga melatih keberanian dan kekompakan di dalam tim. Para pemain fokus pada kerja sama untuk dapat memasukkan bola ke dalam ring.

“Artinya dengan team work, kita dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik dan hasil yang luar biasa,” jelasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email