Tiga Tahun Sejak Berdiri, Lantai 2 Pasar Sagaranten Masih Kosong Melompong

oleh -
Banyak kios dan los di dalam Pasar Sagaranten yang masih kosong melompong, belum diisi para pedagang.

Wartawan Hamjah

Sejak selesai pembangunannya pada 2017 sampai sekarang, Pasar Sagaranten belum difungsikan dengan maksimal. Sebagian besar fasilitas tempat berdagang berupa kios dan los di pasar tersebut masih dalam keadaan kosong, tidak ada pedagang yang menempatinya.

banner 970x90

Pantauan wartawan pada Minggu (28/6/2020), lantai 2  Pasar Sagaranten belum ditempati pedagang. Keadaan serupa terjadi pada lantai dasar di bagian belakang yang juga masih dalam keadaan kosong melompong.

Para pedagang berdalih, mereka enggan berdagang di lantai 2 atau bagian belakang lantai dasar karena sepi pembeli. Menurut para pedagang, jarang ada pembeli masuk ke area pasar dan menuju bagian belakang atau naik ke lantai 2.

Karena keadaan itulah, para pedagang lebih memilih berjualan di  depan pasar,  tidak jauh dari pintu masuk pasar. Walaupun telah terdaftar sebagai pemegang hak pemanfaatan kios atau los di lantai 2 dan bagian belakang lantai 1, mereka mengunci rapat-rapat tempat berjualan yang menjadi haknya.

“Malas berjualan di bagian belakang pasar, jarang ada pengunjungnya. Kami memilih berdagang di luar pasar karena banyak pembelinya,” kata seorang pedagang yang menggelar dagangannya di luar bangunan pasar.

Salah satu staf pelaksana Unit Pasar Sagaranten, Eka membenarkan banyaknya kios yang belum digunakan. Dari 160 kios yang tersedia, baru 60 unit yang diisi para pedagang. Sebagian besar kios atau los yang belum diisi berada di lantai 2.

“Kami terus mencari solusi untuk memecahkan masalah ini agar semua kios dan los dimanfaatkan oleh para pedagang,” kata Eka.

Sebenarnya pembangunan  Pasar Sagaranten, ujar dia, bertujuan untuk memudahkan pedagang berjualan dan pembeli yang membutuhkan barang. Juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakat kecil, khususnya para pedagang. Sayangnya, kata Eka, belum semua pedagang memanfaatkan kebaikan hati pemerintah tersebut. (*)  

Print Friendly, PDF & Email