Kepala DPMD: Dana BKK untuk Memotivasi Desa

oleh -
Pembangunan balai desa di Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi yang dibiayai oleh dana BKK.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Penyaluran dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dari Pemkab Sukabumi kepada desa-desa merupakan reward atau penghargaan untuk memotivasi pemerintah desa dan masyarakat agar lebih giat membangun infrastruktur. Dana tersebut disalurkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi kepada desa-desa terpilih yang menerima BKK.

banner 970x90

“Dana BKK ini untuk menumbuhkan semangat pemerintah desa dan warga dengan tujuan mendorong pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan pelayanan,” kata Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, H. Thendy, S.I.P, M.Si. ketika dihubungi wartawan, Ahad (28/6/2020) pagi.

Untuk mendapatkan BKK, ujar Thendy, desa harus memenuhi persyaratan Indeks Desa Membangun (IDM) yang parameter-parameternya telah ditentukan oleh pemerintah. Tahun ini, jumlah desa yang menerima BKK sebanyak 152 dari 381 desa yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Desa-desa terpilih, lanjut dia, merupakan hasil pemetaan sarjana pendamping desa dan tenaga ahli untuk mengintervensi sisi lemah dari desa tersebut. Prosedur awalnya bukan usulan dari desa, melainkan hasil dari penilaian pendamping desa, tenaga ahli, dan DPMD.

“Jika desa butuh posyandu, kami berikan anggaran untuk membangun posyandu. Bisa pula dana BKK untuk membangun irigasi, balai desa, atau jalan, tergantung kondisi desanya,” jelas Thendy.

Parameter IDM salah satunya berstatus desa perbatasan yang berbatasan dengan daerah lain. Ada juga parameter berdasarkan afirmasi sebagai desa tertinggal yang berkinerja baik dan naik statusnya.  

“Penyalurannya tidak dibagi rata tetapi berdasarkan perkembangan desa sehingga desa termotivasi untuk bergerak lebih cepat untuk berbagai sektor pembangunan,” ujar Thendy.

Di tempat terpisah Kepala Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Haer Suhermansyah menjelaskan, desa yang dipimpinnya menerima dana BKK tahun 2020 sebesar Rp50 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun balai desa sesuai yang telah direncanakan.

“Kami sudah lama merindukan bangunan balai desa yang representatif dan nyaman sebagai tempat pelayanan kepada masyarakat. Gedung ini pun sering digunakan untuk tempat sawala desa. Penggunaan dana BKK menggunakan sistem padat karya tunai,” ujar Haer.

Tidak lupa Haer menghaturkan terima kasih yang tiada terhingga kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dan Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi yang telah menyalurkan BKK ke Desa Cijengkol. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam melaksanakan gotong royong dalam kegiatan pembangunan yang dibayai dana BKK. (*)  

Print Friendly, PDF & Email