Rekrutmen Lewat Disnakertrans, Masuk GSI Bebas Suap

oleh -
Para pencari kerja yang akan mengikuti seleksi penerimaan pegawai PT. GSI di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Joko Samudro (SUROBOYO)

Sejak beberapa hari belakangan ini, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi di Jalan Palabuan 2 didatangi ratusan pencari kerja. Rupaya mereka akan mengikuti seleksi untuk menjadi pegawai PT. Glo Star Indonesia (GSI) yang diselenggarakan oleh Disnaker. 

banner 970x90

“Sudah beberapa kali kami melakukan rekrutmen melalui Disnaker. Cara rekrutmen ini untuk menghilangkan pungli dalam rekrutmen pegawai,” kata Nanda, staf HRD PT. GSI ketika ditemui di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/6/2019).

Selain bebas uang suap, rekrutmen melalui Disnakertrans memberikan berbagai kemudahan kepada pencari kerja. Prosedur seleksi tidak berbelit-belit dan tidak perlu mengantre saat akan menyerahkan berkas lamaran.

Mereka mengirimkan berkas lamaran melalui kantor pos atau perusahaan jasa pengiriman lainnya yang ditujukan kepada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi. Berbekal resi pengiriman yang mereka terima, para pencari kerja datang ke Disnakertrans untuk validasi data dan seleksi.  

“Panggilan disampaikan melalui telepon kepada para pencari kerja. Mereka harus mengikuti seleksi yang diselanggarakan oleh dinas, kami menerima hasilnya,” ujar Nanda.

Prosedur rekrutmen tenaga kerja seperti itu menarik minat para pencari kerja. Sejak pendaftaran dibuka, para peserta seleksi datang secara bergelombang ke Kantor Disnakertrans.

“Sejak diberlakukan seleksi pegawai seperti itu tidak mungkin ada suap untuk dapat diterima di perusahaan,” ujar Nanda.

Dengan demikian, kata dia, kabar adanya uang pelicin antara Rp3 juta hingga Rp8 juta dalam proses penerimaan pegawai PT. GSI  itu sama sekali tidak benar. PT. GSI dan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi tidak memungut uang satu sen pun dalam rekrutmen tenaga kerja dan tidak bertanggung jawab atas terjadinya suap tersebut. 

“Mereka yang memungut uang pelicin itu hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan GSI atau pihak Disnakertrans,” tutur Nanda. (*)

Print Friendly, PDF & Email