Tim Sidak Pasar Amakan Makanan yang Kemasannya Rusak

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memeriksa salah satu jenis makanan yang dijual di sebuah pusat perbelanjaan untuk diketahui masa kedaluwarsa dan izin edarnya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Tim sidak pasar yang dipimpin Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengamankan beberapa jenis makanan yang kemasannya rusak dari pusat perbelanjaan dalam operasi khusus yang digelar Selasa (28/5/2019). Langkah tim itu diambil untuk memeriksa tingkat keamanannya jika makanan tersebut dikonsumsi.

banner 720x90

“Sampai sejauh ini di salah satu toko serba ada, kondisi dan keamanan bahan makanan yang dijual bisa terjamin. Kami hanya menemukan beberapa jenis makanan di dalam kaleng yang kemasannya dalam keadaan rusak. Tampak agak penyok. Itu yang kami ambil,” kata wali kota di tengah kesibukannya memimpin sidak pasar bersama Muspida Kota Sukabumi dan sejumlah kepala SKPD.

Saat sidak itu, tim tidak menemukan makanan yang kedaluwarsa atau terlewat batas waktunya. Sebenarnya, kata dia, makanan kedaluwarsa merupakan salah satu target utama dari sidak pasar tersebut.   

“Kami akan menjatuhkan sanksi yang tegas dan keras pada pemilik warung atau supermarket yang menjual barang kedaluwarsa. Kami mengecek secara uji petik pada semua jenis makanan yang memiliki label masa berlaku. Tidak ada satu pun yang masuk kedaluwarsa,” ujar Fahmi.

Pada sidak itu, wali kota didampingi jajaran Muspida Kota Sukabumi yang terdiri dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami; Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro; Kepala Kejari Kota Sukabumi, Garona Zarina; dan Dandim O607, Letkol Kav. Mujahidin.

Selain itu turut mendampingi wali kota para pejabat daerah antara lain  Kadiskop UKM Perdagrin Kota Sukabumi, Ayep Supriatna; Kepala Dinkes, Hj. Rita Nenny;  dan Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Kardina Karsoedi. 

Tim sidak pasar bergerak ke beberapa supermarket dan pasar tradisional di wilayah Kota Sukabumi. Selain mengambil makanan yang kemasannya rusak, wali kota juga mengambil beberapa jenis makanan di pasar tradisional untuk diperiksa lebih lanjut kandungannya di laboratorium.

“Kami mempersilakan masyarakat yang menemukan makanan kedaluwarsa untuk melaporkan kepada instansi berwenang agar perkaranya diusut berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku,” kata dia.

Masyarakat, kata dia, bisa menggunakan metodologi klik untuk mengetahui izin edar dan masa kedarluasa pada beberapa jenis makanan dan barang lainnya. Warga jangan hanya terbuai oleh diskon yang besar ketika akan membeli sebuah produk, tapi juga harus memperhatikan keamanannya. (*)

Print Friendly, PDF & Email