Menghilang 10 Hari, Lansia Warga Sagaranten Ditemukan Wafat di Atas Rerumputan

oleh -
Penemuan mayat lansia di atas rerumputan menggegerkan warga Kampung Cekdam, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Ijus Agus Suhandi

Setelah menghilang dari rumahnya selama 10 hari, Duloh bin Ruhana (70) ditemukan sudah meninggal dunia di atas rerumputan perkebunan di Kampung Cekdam, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Jasad Duloh diketahui mulai membusuk oleh warga pada Senin (27/5/2019) siang.  

Jasad Duloh dilihat pertama kali oleh Asep bin Darjat, warga Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi ketika dia sedang bekerja di kebun. Asep sangat terkejut saat melihat sebujur jasad orang tidak dikenal dalam keadaan tertelungkup dan dipenuhi lalat.

Setelah rasa terkejutnya hilang, Asep segera menemui aparat Desa Datarnangka untuk mengabarkan temuan mayat tersebut. Dari desa, informasi diteruskan secara berantai hingga akhirnya sampai di Polsek Sagaranten.

Selanjutnya tiga petugas dari Polsek Sagaranten yakni Bripka Asep Misbah, Brigadir Asep Dedey, dan Brigadir Indra Permana mendatangi lokasi temuan mayat dan tiba di lokasi sekira pukul 12.00 WIB.

Ketika polisi sedang melakukan pemeriksaan, muncullah Holid bin Duloh (32), warga Kampung Bojonghaur RT 17 RW 03 Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Kepada petugas, Holid menyampaikan bahwa orang tua yang ditemukan meninggal di atas rerumputan itu adalah ayah kandungnya.

“Ayah saya telah menghilang dari rumah selama 10 hari. Beliau pergi dari rumah pada tanggal 16 Mei 2019 sekitar pukul tiga sore,” kata Holid kepada petugas.

Setelah dilakukan pemeriksaan singkat dan menanyai para saksi, polisi berkeyakinan bahwa mayat itu bernama Duloh bin Ruhana yang tinggal bersama Holid di Desa Puncakmanggis. Holid juga menjelaskan, ayahnya itu sudah pikun sehingga sering bepergian tanpa memberitahu keluarga dan kerap lupa jalan pulang.

Sebelum meninggal dunia, almarhum Duloh telah menempuh perjalanan dari rumahnya di Desa Puncakmanggis ke tempat penemuan mayat di Desa Datarnangka sekitar 15 kilometer. Sementara jarak dari Polsek Sagaranten ke lokasi penemuan mayat sekitar 6 kilometer.

Holid menerima kepergian ayahnya sebagai takdir dari Allah SWT. Dia pun mengajukan permohonan kepada Polsek Sagaranten agar tidak dilakukan otopsi atas jasad ayahnya. Setelah membuat pernyataan tertulis, permohonan Holid dikabulkan. Tidak berapa lama, Holid dan keluarga serta para tetangga menguburkan mayat Duloh. (*)

Print Friendly, PDF & Email