Dishub Siap Hadapi Sistem Penilaian WTN Model Terbaru

oleh -
Abdul Rachman

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengatakan, jajarannya siap menghadapi sistem penilaian untuk penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan. Mulai tahun ini, penilaian WTN berlangsung dua tahun sekali dengan dua tahap kegiatan.

“Pada sistem penilaian terbaru ada sesi tanya jawab dari tim penilai yang berkunjung ke daerah. Sebelumnya kami mempresentasikan program dan kegiatan terkait penilaian WTN bersama kepala daerah di hadapan tim penilai,” ujar Abdul ketika dihubungi lewat telepon genggamnya, Minggu (28/4/2019) pagi.

Kota Sukabumi lolos penilaian tingkat nasional untuk penghargaan WTN tahun 2019 yang dilangsungkan di  Hotel Alila, Jakarta, Kamis (25/4/2019). Pada proses penilaian WTN tersebut, tim Dishub Kota Sukabumi hadir bersama Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi.  Dari 514 kabupaten dan kota yang mengikuti penilaian, hanya 152 daerah yang lolos penilaian administrasi.

Dalam proses penilaian WTN, presentasi disampaikan Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman di hadapan tim penilai. Dia menyampaikan manajemen dan sistem lalu lintas, angkutan, sarana, inovasi, dan program unggulan untuk menata lalu lintas dan transportasi umum di Kota Sukabumi. 

Pada presentasi penilaian WTN juga hadir juga Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Kadek Vemil; Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Novian Restiandi; dan Kabid Lalu lintas dan Angkutan, Imran Whardani.

Prestasi ini menjadi tantangan bagi aparatur Pemkot Sukabumi ke depannya dalam meningkatkan pembangunan di sektor perhubungan, kata wali kota. Sejak tahun 2001, Kota Sukabumi telah meraih Piala WTN sebanyak 17 kali berturut-turut ditambah satu kali pada tahun 1997.

“Pada sistem penilaian tahun ini dan seterusnya daerah diundang untuk mempresentasikan lima aspek pengelolaan perhubungan yang terdiri dari aspek umum transportasi, aspek lalu lintas, aspek sarana, prasarana, dan aspek keselamatan.

Nanti di akhir penilaian, tim penilai akan datang ke daerah untuk melihat hasil presentasi terkait program yang telah dilakukan untuk peraihan piala WTN,” jelas Abdul.

Tim penilai WTN berasal dari unsur akademisi, pengamat transportasi, Korlantas Polri, Kementrian PUPR, Kemendagri, dan Kemenhub. Program-program yang dijadikan adalan antara lain penghapusan retribusi angkutan kota, aplikasi Super yang merupakan sarana komunikasi Dishub dengan mastarakat, operasional bus rapid transit (BRT) yang dikenal dengan nama bus Si Tayo, dan penambahan CCTV. (*)

Print Friendly, PDF & Email