Bisnis Properti di Sukabumi Prospektif dan Menjanjikan

oleh -
Direktur Perumahan Viyasa Indah Pakuwon Al-Fath, Frans Meroga menyampaikan paparan seputar prospek bisnis properti di Sukabumi pada seminar internasional pemasaran yang digelar Pesantren Dzikir Al-Fath. Kedua dari kanan adalah Pimpinan Al-Fath, KHM. Fajar Laksana.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Binsis properti, termasuk pengembang perumahan di wilayah Sukabumi sangat prospektif untuk mengembangkan modal dan menjanjikan pasar yang semakin bertambah. Dalam waktu beberapa tahun ke depan, Sukabumi akan memiliki nilai jual yang tinggi dengan tumbuhnya infrastruktur seperti jalan tol, rel kereta ganda, dan bandara.

banner 720x90

Hal itu disampaikan Frans Meroga, Direktur Perumahan Viyasa Indah Pakuwon Al-Fath pada seminar internasional pemasaran perumahan yang digelar Ponpes Dzikir Al-Fath bertempat Aula Toserba Selamat Kota Sukabumi, Sabtu (27/4/2019). Setelah pembangunan infrastruktur lengkap, ujar Frans, kawasan Sukabumi akan menjadi pusat bisnis yang maju dan besar.  

“Ke depan wilayah Sukabumi akan menjadi kawasan yang menjanjikan bagi invetasi di bidang properti dengan dukungan infrastruktur yang lengkap dan memadai,” kata Frans.

Bersamaan dengan tersedianya infrastruktur perhubungan darat dan  udara, pergerakan barang dan orang ke kawasan Sukabumi akan semakin meningkat. Nilai jual lahan dan properti di Sukabumi menjadi tinggi. Karena itu, Frans melakukan berbagai terobosan untuk menyambut kehadiran jalan tol, rel ganda, dan bandara tersebut. 

“Salah satunya kami bekerja sama dengan Pesantren Al-Fath untuk membangun perumahan dan sarana pendidikan yang terintegrasi mulai dari lembaga pendidikan usia dini sampai dengan perguruan tinggi. Namanya Perumahan Viyasa Indah Pakuwon Al-Fath,” jelas dia.

Pada seminar yang diikuti para mahasiswa dan santri Pesantren Al-Fath tampil narasumber lainnya yang terdiri dari Pimpinan Pesantren Al-Fath, KHM. Fajar Laksana,  Prof. Tengku Chaild  dari Malaysia, dan Prof. Dr. Abdul Rasheed Gaffoor dari Singapura.

banner 720x90

Kepada Wartawan,  Fajar Laksana mengatakan, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, para pengusaha harus memiliki inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan usahanya, termasuk di sektor properti. Inovasi-inovasi tersebut ditangkap oleh kalangan akademisi untuk dijadikan bahan riset sehingga muncul teori-teori baru terkait pemasaran produk seperti dalam bisnis properti.

“Kami juga membuat terobosan dengan mengembangkan Perumahan Viyasa Indah Pakuwon Al-Fath. Kami memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dan santri untuk memiliki rumah sendiri tanpa DP dan biaya notaris. Bahkan kami menyiapkan sarana usaha bagi mereka agar memiliki penghasilan untuk cicilan rumah setiap bulannya,” tutur Fajar.

Dalam hal ini, lanjut dia, pengembang rumah menerapkan pola tangung jawab kepada konsumennya dengan memberikan peluang usaha. “Pengusaha bukan hanya  menjual produk, melainkan juga ikut memberikan peluang usaha kepada konsumen,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email