K3S Desak Bank untuk Jemput Bola Pencairan Dana PIP

oleh -
Mekanisme pencairan dana Program Indonesia Pintar selama ini mengharuskan anak-anak penerima manfaat program dan orang tuanya mendatangi bank.

Wartawan M. RIDWAN

K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) SD Kecamatan Palabuhanratu mendesak pihak bank untuk melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah dalam proses pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Selama ini, kalau ada pencairan dana PIP, para siswa penerima dan orang tuanya yang harus datang ke bank.

 “Karena anak-anak harus pergi ke bank otomatis kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu. Banyak siswa yang harus meninggalkan pelajaran di kelas,” kata Ketua K3S SD Palabuhanratu, Maman Abdul Hakim kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).

Desakan yang disampaikannya itu, ujar Maman, berdasarkan usulan dari para kepala SD yang merasa terganggu kegiatan di sekolahnya setiap kali ada pencairan dana PIP. Para kepala SD, lanjut dia, sering berkeluh kesah kepada dirinya atas gangguan terhadap KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah.

“Apabila ada pencairan dana PIP otomatis kelompok belajar mengajar terganggu karena banyak anak yang harus meninggalkan kelas karena harus datang bersama orang tuanya ke BRI Unit Palabuhanratu,” ujar Maman.

Untuk mencegah munculnya gangguan terhadap KBM  tersebut, kata Ketua K3S SD, sudah waktunya pihak bank yang mengatur jadwal kunjungan ke sekola-sekolah sehingga anak-anak penerima tidak perlu meninggalkan kelas. Pencairan dana PIP dengan cara memanggil anak secara bergiliran sehingga mereka tidak terlalu lama meninggalkan pelajaran. (*)

Print Friendly, PDF & Email