Disnaker: Hotimah Korban Sistem TKW Tidak Resmi

oleh -
Tatang Arifin, Kepala Seksi Pelayanan Antar Kerja Dalam dan Luar Negri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Usep Mulyana

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menyatakan, Hotimah binti Dadang Samsidi, TKW yang meninggal dunia di Arab Saudi merupakan korban dari sistem jaringan tenaga kerja tidak resmi. Hotimah berangkat ke Arab Saudi tanpa terdaftar di instansi pemerintah yang berwenang.

“Nama almarhum tidak teregistrasi dalam daftar nama calon tenaga kerja yang  akan mengadu nasib di Saudi Arabia,” kata Kepala Seksi Pelayanan Antar Kerja Dalam dan Luar Negri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi,  Tatang Arifin kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Namun demikian, ujar dia, sebagai WNI, Hotimah tetap berhak mendapatkan bantuan,  pendampingan, dan perlindungan hukum untuk memperoleh hak-haknya sebagai calon buruh migrin. Jenazah calon TKW lamang itu tiba di rumahnya di Kampung Panyusuhan RT 04 RW 02, Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi pada Senin, (25/11/2019).

Hotimah meninggal di salah satu rumah penampungan tenaga kerja wanita atau Syarikah, di Arab Saudi pada 1 Oktober 2019 lalu. Berdasarkan laporan medis dari pihak rumah sakit setempat, Hotimah meninggal dunia diduga karena penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

“Almarhumah membuat paspor sekitar bulan Agustus 2019. Pada bulan September, dia mulai masuk ke penampungan dan 1 Oktober dinyatakan meninggal dunia,” jelas Tatang.

Untungnya, Hotimah terbang melalui sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi yang bertanggung jawab. Perusahaan inilah yang mengurus pemulangan dan pengurusan jenazah hingga pemberian santunan kepada ahli waris.

Tatang mengimbau para calon tenaga kerja yang akan berangkat ke luar negeri untuk selalu waspada terhadap bujuk rayu oknum tertentu yang menawarkan jasa lowongan kerja dengan iming-iming gaji selangit. Sebaiknya para calon TKI menggunakan jalur resmi dan selalu mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Sebelum berangkat, pastikan namanya tercantum pada sistem registrasi Disnakertrans,” ujar Tatang.

Saat ini, lanjut dia, jumlah perusahaan penyalur tenaga kerja yang mendapatkan rekomendasi untuk bisa memberangkatkan calon tenaga kerja keluar negeri hanya 55 perusahaan. Masyarakat bisa mengecek langsung daftar perusahaan tersebut untuk mencegah penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (*) 

Print Friendly, PDF & Email