GP3A Mekar Kelola Kucuran Banprov untuk Pembangunan Irigasi

oleh -
Kegiatan pembangunan irigasi oleh kelompok petani pengguna air di Desa Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak yang dibiayai oleh Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi dari Pemprov Jabar.

Wartawan Nanang Setiana

Kelompok Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Mekar yang berbasis di Desa Ceheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi mendapat kucuran dana untuk membangun irigasi dari P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi). Oleh GP3A Mekar, dana tersebut digunakan untuk membangun irigasi di Kampung Pasirjati, Desa Ciheulangtonggoh.

“Program ini merupakan program peningkatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat atau IBM. Maksud dan tujuannya untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani pengguna air dalam perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian,” kata Ketua GP3A Mekar, Aris Suparta,  Minggu (27/10/2019).

Pembangunan irigasi tersebut, ujar Aris, sejalan dengan visi Kelompok Tani GP3A Mekar yakni terwujudnya kedaulatan pangan petani. Terwujudnya pembangunan irigasi berbasis masyarakat tersebut didorong oleh semangat gotong royong para anggota dengan memperhatikan dan mempertimbangkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian. 

P3-TGAI di Desa Ciheulangtonggoh menghabiskan dana sebesar Rp194.739.397 dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2019. Dengan dana sebesar itu, para petani pengguna air dapat melakukan penngkatan, pemeliharaan, dan peningkatan knierja irigasi, serta pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan GP3A merupakan program padat karya tunai. Manfaat program ini untuk masyarakat di perdesaan cukup besar karena dapat menambah penghasilan dari hasil pertanian sehingga diharapkan daya beli masyarakat juga semakin meningkat,” ucap Ketua GP3A Mekar. 

Dalam melaksanakan pembangunan irigasi tersebut, GP3A Mekar didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang membantu kelompok tani dalam merencanakan, melaksanakan, serta menata dan mengevaluasi capaian kegiatan yang bersangkutan. 

“TPM adalah seseorang yang ditugaskan untuk memfasilitasi dan menjadi inisiator proses pemberdayaan dan pengembangan P3-TGAI. Seorang fasilitator dituntut untuk memahami berbagai dimensi dan prinsip-prinsip yang melandasi konsep pengembangan serta progres tahapan pelaksanaan pembangunan, perbaikan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan,” jelas Aris.

Harapan dia, TPM memiliki kemampuan dalam pengelolaan kelembagaan masyarakat yang dalam hal ini petani. TPM harus mempunyai pengalaman di bidang pemberdayaan, pengelolaan irigasi, pertanian, dan pembangunan perdesaan. (*)

Print Friendly, PDF & Email