Pemdes Seuseupan Siap Selesaikan 14 Akta Waris dari Kholid

oleh -
Ujang Solahudin, ahli waris dari Kholid Hasan Hariri, warga Kampung Ciseupan RT 02 RW 05 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi yang telah menunggu akta waris milik keluarganya selama 2 tahun.

Wartawan Usep Mulyana

Pemdes Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi secepatnya akan menyelesaikan 14 akta waris milik keluarga almarhum Kholid Hasan Hariri warga Kampung Ciseupan RT 02 RW 05. Penyelesaian ke-14 akta tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan desa.

banner 970x90

Urusan 14 akta tersebut sempat menimbulkan pertanyaan dan kegaduhan di kalangan keluarga Kholid. Pasalnya mereka  telah menyerahkan biaya dam berkas persyaratan untuk akta tersebut kepada Pemdes Seuseupan sejak dua tahun lalu. Selama sekitar 720 hari, penyelesaian 14 akta waris itu terkatung-katung dan satu pun belum ada yang sah  secara hukum menjadi dokumen legal.  

“Akta-akta tersebut dijamin selesai semuanya. Sebelumnya  telah diproses dan diajukan ke Kantor Kecamatan Caringin pada masa Kades Aming Setiawan. Namun saat akan diproses, Pak Aming sakit dan meninggal dunia. Sehingga kelanjutan prosesnya harus ditunda karena alasan administrasi,” kata  Kepala Seksi Tata Usaha Desa Seuseupan, Lalan kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Keterlambatan dalam penyelesaian 14 akta waris tersebut, ujar Lalan, bukan karena faktor kesengajaan, melainkan karena situasi dan kondisi saat itu. Dia berjanji akan menyelesaikan 14 akta tersebut satu persatu dengan  dana simpanan perangkat desa. Alon-alon asal kelakon.

Salah seorang saksi, Dadang menjelaskan, sebagai orang yang terlibat langsung dalam proses pembuatan akta tersebut, dia mengaku menerima titipan uang dari almarhum Kholid sebesar Rp5 juta, cash. Dia masih ingat, ketika Kholid menitipkan uang, cuaca saat itu sedang hujan lebat disertai sambaran petir dari jarak jauh.

“Almarhum menitipkan uang itu kepada saya untuk melunasi sisa pembayaran  pembuatan akta-akta tersebut yang biaya seluruhnya mencapai Rp15 juta,” kata Dadang.

Dia tidak menampik, dirinya dan Lalan menerima uang bagian dari pembuatan akta waris tersebut sebagai uang lelah semacam dana gadag-gidig dan operasional masing-masing sebesar Rp1,4 juta.  

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kantor Kecamatan Caringin, Emi Sulaemi menjelaskan, pemberkasan 14 akta waris tersebut bertepatan dengan adanya mutasi pejabat di tubuh Pemkab Sukabumi, termasuk pergantian Camat Caringin dari Boyke Martadinata kepada Syarifudin Rahmat. Sekarang Camat Caringin sudah diganti lagi oleh Anwari.

“Saya coba berkonsultasi dengan Pak Boyke untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi karena proses mutasi tadi, beliau tidak bisa mengambil tanggung jawab itu secara penuh,” jelasnya.

Sementara itu anak almarhum Kholid, Ujang Solahudin mengatakan, pihak ahli waris hanya menginginkan akta-akta tersebut bisa diselesaikan secepatnya. Mereka sudah bersabar selama dua tahun menunggu akta-akta tersebut. Ujang tidak mau, masa penantian penyelesaian akta hingga tiga tahun.

“Kami cuma menginginkan adanya itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan 14 akta waris milik keluarga kami, bagaimanapun caranya,” kata Ujang yang masih sekolah di tingkat SLTA tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email