Musim Kemarau, Nelayan Panen Layur dan Udang Rebon

oleh -
Para nelayan di Palabuhanratu sedang menikmati musim panen ikan layur dan udang rebon.

Wartawan M. Ridwan

Di tengah terik musim kemarau, para nelayan yang bersandar di Teluk Palabuhanratu sedang panen ikan layur dan udang rebon. Setiap kali pulang melaut, mereka membawa hasil tangkapan kedua jenis ikan itu dalam jumlah melimpah. Para nelayan mendapatkan rezeki nomplok dari layur dan udang rebon.

banner 970x90

Ikan layur merupakan hasil tangkapan para nelayan yang menggunakan pancing dan memakai perahu congkreng, sedangkan udang rebon dipanen oleh nelayan yang menggunakan perahu pagang.

“Alhamdulillah, para nelayan mendapatkan penghasilan dari panen ikan layur dan udang rebon. Di musim kemarau ini, cuaca di laut cukup bersahabat,” kata Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu, David Ibrahim kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Panen ikan layur dan udang rebon terjadi selama tiga bulan musim kemarau yaitu berturut-turut Juli, Agustus, dan September. Pada bulan September terjadi puncak panen udang rebon.

“Biasanya sebelum musim panen ikan layur dan ikan udang rebon terjadi panen ikan lisong dan ikan eteman,” jelas David.

Dalam satu hari, para nelayan Teluk Palabuhanratu bisa membawa hasil tangkapan ikan layur sebanyak 3 ton. Jika ikannya mulus dan masih fresh, ujar dia, ikan layur tersebut dapat diekspor. Namun jika ikannya ada cacat dan kurang segar, penjualannya untuk pasar lokal.

Karena persediaannya melimpah, harga ikan layur dan udang rebon di pasar lokal jatuh. Untuk ikan layur harganya Rp30 ribu perkilogram. Di luar musim panen, harga ikan layur bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu perkilogram.

Sementara hasil tangkapan nelayan untuk udang rebon mencapai 2 ton. Sedangkan harganya dihitung berdasarkan ukuran dunak yaitu wadah yang terbuat dari bambu yang dapat menampung rebon sekitar 20 kilogram. Saat ini harga udang rebon satu dunak mencapai Rp50 ribu. Di musim biasa, harga udang rebon mencapai di atas Rp100 ribu perdunak.

“Ikan rebon hanya bisa dijadikan ikan asin, hasil tangkapannya  tidak untuk diekspor,” kata David.

Kepada para nelayan, David mengimbau untuk pandai-pandai menabung ketika musim panen. Tabungan tersebut penting untuk menunjang kehidupan para nelayan di masa tua.

“Tabungan juga penting untuk menghadapi musim  gelombang pasang atau badai. Karena ketika cuaca buruk, nelayan tidak melaut, otomatis mereka tidak mempunyai penghasilan,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email