Di Luar Agenda Pokok, Bupati Meruntuhkan Rumah Penyandang Disabilitas

oleh -
Di tengah reruntuhan rutilahu milik pastri disabilitas, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mengajak masyarakat untuk menggiatkan gotong royong dalam rangka membantu warga kurang mampu yang tinggal di rutilahu.

Wartawan Nanang Setiana

Kegiatan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami ke Kecamatan Ciracap diperpanjang dengan kunjungan ke rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Lebaksaat, Desa Mekarsari milik pasutri penyandang disabilitas. Dalam kunjungan itu, bupati ikut merubuhkan rumah tersebut dan langsung memerintahkan untuk merenovasinya.

banner 720x90

Rumah itu milik Apid (60) penyandang tuna wicara dan istrinya Herni (40) penyandang tuna rungu. Kondisi rumah rusak berat tak ubahnya gubuk reyot yang tidak layak sebagai tempat tinggal. Apid telah menempati rumah tersebut selama 35 tahun. Kehidupan pasutri ini penuh kenelangsaan, mereka mencari bekal hidup dengan kerja serabutan.

“Kegiatan bedah rumah ini di luar agenda yang sudah diplot. Kami memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan seperti bedah rumah ini,” kata bupati setelah ikut merubuhkan rumah milik Apid yang akan direnovasi, Jumat (26/6/2020).

Awalnya melalui berbagai saluran informasi, bupati mendengar kondisi kehidupan Apid-Herni. Dia  memerintahkan Camat Ciracap Deden Sumpena untuk mengecek informasi yang diterimanya. Camat segera mengirimkan tim ke Kampung Lebaksaat.

Setelah memperoleh informasi yang terklarifikasi, bupati bersama camat mendatangi rumah Apid. Bersama mereka ikut pula Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi  H. Ujang Abdurohman Rochmi yang dikenal dengan panggilan Haji Batman. Bupati pun secara spontan memberikan bantuan untuk renovasi rumah Apid.

Setelah minta restu dari pemilik rumah, para pejabat dan warga setempat beramai-ramai meruntuhkan rutilahu milik Apid. Seterusnya bupati melakukan konsolidasi dengan camat dan para pejabat untuk melanjutkan renovasi rumah yang ditempati pasutri berkebutuhan khusus tersebut.

banner 720x90

“Pada program renovasi rumah tidak layak huni hendaknya masyarakat ikut terlibat dan berpatisipasi.  Masyarakat harus membantu dan terpanggil untuk meringankan beban tetangganya yang tinggal di rutilahu,” kata bupati.

Di wilayah Kecamatan Ciracap, alokasi dana pemerintah untuk reanovasi rutilahu hanya bagi 3 tiap desa. Padahal jumlah rutilahu di tiap desa bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan. Jika mengandalkan dana pemerintah, renovasi semua rutilahu membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.  

“Karena itu perlu keterlibatan semua unsur pemerintah, termasuk pemerintah desa untuk mempercepat renovasi rutilahu. Kami minta kepala desa membuat program renovasi rutilahu yang dibiayai Dana Desa. Selain itu berbagai organisasi seperti Pramuka, KNPI, dan Karang Taruna berpartisipasi dalam program renovasi rutilahu,” tutur Marwan.  

Jika satu desa bisa memperbaiki 5 unit rutilahu satu tahun, jumlah rumah yang dapat direnovasi di 381 desa bisa mencapai 1.905 unit rutilahu. 

Mulyana selaku kepala dusun mewakili pemilik rumah mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan bedah rumah. Dia mengharapkan bantuan yang diberikan oleh bupati menambah semangat warga dalam bergotong royong untuk memperbaiki rumah Apid. 

Selain menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah milik Apid, bupati juga membagikan smbako bagi warga jompo. (*)

Print Friendly, PDF & Email