Menjaga Ketepatan Waktu dan Kualitas Produk Demi Kepuasan Pelanggan

oleh -
Pelaku UKM Arrofiq di Kampung Cimahi, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi tengah bekerja keras untuk mengejar target pekerjaan dari para pelanggan yang jumlahnya semakin meningkat.

Wartawan USEP MULYANA (Kowasi)

Menapak usaha dari bawah, UKM Arrofiq milik Nuraeni warga Kampung Cimahi RT 01 RW 01 Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi mulai menunjukkan eksistensinya di bidang konveksi. Perlahan tapi pasti, Arrofiq mulai kebanjiran pelanggan. Dari satu dua pengguna jasa taylor, kini pelanggan Arrofiq sudah mencapai puluhan orang setiap harinya.

banner 970x90

“Kedatangan para pelanggan yang mulai banyak merupakan kesempatan  bagi kami untuk mengembangkan usaha menjadi bisnis yang lebih menjanjikan ke depannya,” kata Nuraeni ketika ditemui di tempat usahanya, Sabtu (27/4/2019). 

Kebanyakan dari pelanggan atau pengguna jasa yang datang, ujar dia, selalu datang lagi. Itu artinya, kata Nuraeni, mereka puas dengan hasil pekerjaan UKM Nuraeni. Selain faktor kualitas jahitan, harga yang dikenakan untuk semua jenis pakaian cukup terjangkau untuk ukuran Sukabumi. 

“Kami menetapkan tarif menjahit yang terjangkau untuk semua jenis pakaian baik pria maupun wanita yang berkisar di antara Rp70 ribu dan Rp150 ribu,” jelasnya.

Pelanggan tidak boleh kecewa, lanjut Nuraeni, akibat terlalu lama menunggu perkerjaan atau hasil jahitan tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Karena itu Nuraeni dan pegawainya akan berupaya untuk mengerjakan pesanan pelanggan sesuai kesepakatan dengan kualitas pekerjaan yang prima. Semua itu untuk kepuasan pelanggan.

Mengembangkan usaha, ujar dia, lebih sulit ketimbang memulai atau membangun usaha. Karena itu, dia terus mengikuti perkembangan fashion yang lagi mode saat ini agar dapat memenuhi harapan dan permintaan para pelanggannya.

“Kami dituntut untuk terus mencari informasi lewat medsos tentang mode pakaian yang sedang trend sekarang ini,” ujarnya.

Saat ini UKM Arrofiq baru memiliki seorang pekerja sebagai penjahit profesional. Rencananya jika order makin bertambah, Nuraeni akan menambah lagi pegawai. Nuraeni membangun dan mengembangkan usahanya secara mandiri, tanpa campur tangan pemerintah.

“Harapan kami, untuk memajukan UKM yang sudah berjalan ini, pemerintah dapat memberikan stimulus dalam bentuk bantuan modal usaha. Pengembangan usaha yang kami lakukan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email