Para Finalis Putri Nelayan Masuk Karantina

oleh -
Para finalis yang lolos seleksi awal Pemilihan Putri Nelayan 2019 mulai masuk karantina sebelum mengikuti grandfinal pada 30 Maret nanti.

Wartawan M. RIDWAN

Sebanyak 28 peserta finalis Putri Nelayan Palabuhanratu tahun 2019 masuk karantina untuk menempuh tahapan pembinaan dan seleksi selanjutnya. Mereka harus tinggal sementara di Hotel Cek Ombak Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (27/3/2019) selama tiga hari sampai dengan Jumat (29/3/2019).

banner 720x90

Sebelum masuk tempat karantina, para peserta mengikuti tahap penyeleksian awal yang diikuti 40 peserta. Semua peserta berstatus pelajar. Dari seleksi awal itu lolos 28 orang yang berhak masuk karantina.

“Masa karantina yang berlangsung selama tiga hari bertujuan untuk memberikan ilmu tentang kepariwisataan, hukum, seni budaya, serta kelautan dan perikanan kepada para finalis Putri Nelayan. Nantinya mereka bisa menjadi duta atau dapat menjelaskan potensi alam yang ada di Kabupaten Sukabumi,” kata Ketua Panitia Pemilihan Putri Nalayan ke-59, Dara. 

Pemilihan Putri Nelayan, ujar Dara, merupakan rangkaian dari Syukuran Hari Nelayan ke-59 di Palabuhanratu. Dara menginginkan adanya anggaran khusus untuk pemenang lomba karena Putri Nelayan termasuk ikon Kabupaten Sukabumi yang juga dapat menjadi duta pariwisata.

Di tempat karantina, para peserta juga akan memperoleh materi tentang hukum dan kepribadian. Para instruktur didatangkan dari Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, PPN Palabuhanratu, Polres, dan BPC PHRI Kabupaten Sukabumi.

Setelah menyelesaikan masa karantina, para remaja putri itu akan mengikuti grandfinal pada Sabtu (30/3/2019) malam di Gedung Fridnanda Palabuhanratu untuk memilih juara I, II, dan III pada sembilan kategori antara lain putri persahabatan, putri intelegensi, dan putri pavorit. 

banner 720x90

Sementara itu Ketua BPC PHRI Kabupaten Sukabumi, Leleung  mengatakan, Pemilihan Putri Nelayan sangat positif bagi pariwisata di Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat dikembangkan agar dapat menjadi event pariwisata andalan Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan mendorong dinas terkait untuk memasukkan Pemilihan Putri Nelayan ke dalam agenda tahunan seperti pemilihan mojang dan jajaka dengan anggaran khusus. Para pemenangnya dapat dilibatkan pada acara-acara di pemda, terutama yang terkait dengan kepariwisataan,” ujar Leleung. (*)

Print Friendly, PDF & Email