Ekonomi Kota Sukabumi Masih Andalkan Sektor Perdagangan

oleh -
H. Achmad Fahmi

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kehadiran Jalan Tol Bocimi, bandara, dan double track rel kereta api membuat posisi Kota Sukabumi semakin strategis. Akses menuju Kota Sukabumi kian terbuka dari berbagai arah dengan jenis moda transportasi darat dan udara. Kota Sukabumi pun akan bertambah ramai, sibuk, dan dikunjungi banyak orang.    

banner 970x90

Berdasarkan RTRW Provinsi Jawa Barat, dalam konstelasi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Jawa Barat yang berada di dalam jalur lintasan Jabotadebek dan Bandung Raya, Kota Sukabumi mempunyai peran yang cukup signifikan  dalam pengembangan sektor ekonomi dan sosial kawasan.

“Sehingga ke depan, Kota Sukabumi memiliki peluang untuk berperan yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan investasi, konsumsi, dan distribusi bagi wilayah sekitarnya atau hinterland,” kata Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi saat wawancara khusus dalam rangka Hari Jadi Kota Sukabumi ke-105 tahun 2019, Rabu (27/3/2019).

Dengan posisi geografis yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Jakarta dan 90 kilometer dari Bandung, kata Fahmi, Kota Sukabumi ideal menjadi lintasan pergerakan orang dan barang. Hal ini berdampak pada meningkatnya peluang pengembangan perekonomian daerah dan masyarakat di Kota Sukabumi.

“Posisi ini juga mendukung pengembangan potensi  produk unggulan daerah. Di tengah keterbatasan luas wilayah dan sumber daya alam, kami terus mengembangkan potensi-potensi tersebut,” ujar wali kota.

Ada beberapa potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan Kota Sukabumi yang memiliki prospek untuk menggerakkan dan meningkatkan pendapatan serta perekonomian masyarakat, tambahnya. Bahkan, masyarakat Kota Sukabumi berhasil mengembangkan berbagai potensi dan produk unggulan yang pemasarannya tembus hingga ke mancanegara.        

Beberapa potensi dan produk unggulan yang dihasilkan oleh industri di Kota Sukabumi salah satunya box jam yang dipasarkan hingga ke Jakarta dan berbagai negara seperti  Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Selanjutnya industri box speaker yang produknya dipasarkan ke daerah-daerah di Jawa dan Sumatera.             

Ada lagi industri kerajinan ijuk yang produknya untuk memenuhi pesanan dari para pedagang di  Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung, dan Jakarta. Produk-produk unggulan lainnya  adalah kerajinan batu alam yang dipasarkan hingga ke Bali. Selain itu kuliner, hasil pengolahan kulit, produk-produk pertanian organik, serta peternakan dan perikanan. 

“Masyarakat dan Pemkot Sukabumi berhasil  menjadikan produk unggulan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan kontribusi sektor terhadap PDRB Kota Sukabumi tahun  2018 dan tahun-tahun sebelumnya, sektor perdagangan dan jasa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Sukabumi,” jelas wali kota.

Sampai dengan tahun 2018, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Sukabumi atas dasar harga konstan mampu tumbuh sebesar 5,43 persen atau naik sebesar 0,3 persen dibandingkan LPE tahun 2017 yang mencapai 5,13 persen. Adapun PDRB Kota Sukabumi atas dasar harga berlaku pada tahun 2018 mencapai Rp 10.555.670.150.000, naik sebesar Rp841.673.350.000 atau 8,66 persen dibandingkan PDRB tahun 2017 yang mencapai Rp9.713.996.800.000.

Kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Sukabumi didominasi oleh sektor Perdagangan yaitu sebesar 39,09%. Tahun lalu kontribusi tersebut mencapai 39,41 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sumber mata pencaharian utama masyarakat Kota Sukabumi adalah pedagang dan karyawan swasta yang menyerap tenaga kerja dari sektor perdagangan, hotel, dan restoran. (*)

Print Friendly, PDF & Email