Akhir 2019 Puskesmas Miliki Layanan Tes HIV

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami mencanangkan pada akhir 2019, semua puskesmas di Kabupaten Sukabumi harus memiliki fasilitas layanan tes HIV.

Wartawan AEP SAEPUDIN (Kowasi)

Sebelum 2019 menutup kalendernya, semua puskesmas di Kabupaten Sukabumi harus telah memiliki sistem layanan untuk tes HIV. Kebijakan tersebut merupakan upaya membangun dan menambah capaian target standar pelayanan minimum (SPM) penanggulangan HIV/AIDS.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Bupati Sukabumi pada rapat koordinasi Kelompok Kerja Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi bertempat di Hotel Pangrango, Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (25/9/2019). Diharapkan bupati, rakor Pokja KPA dapat memberikan solusi untuk mewujudkan capaian SPM tersebut.

Ketentuan yang sama juga diberlakukan untuk semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi. Dengan demikian, pada akhir tahun 2019, semua puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Sukabumi dapat menyelenggarakan layanan tes HIV.

“Saya menginstruksikan kepada perangkat daerah terkait, di akhir tahun 2019 ini semua puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sukabumi sudah mampu memberikan layanan tes HIV,” ujar Marwan.

Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara komprehensif disertai pemberian edukasi dan informasi kepada masyarakat. Selain itu, kata bupati, hal yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan perawatan secara terpadu bagi ODHA atau orang yang terinveksi HIV. 

Semua pihak, lanjut bupati, harus meyakinkan dan memastikan SPM untuk penanggulangan HIV/AIDS bisa tercapai 100 persen. Dia mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk selalu bekerja sama dalam penanggulangan HIV/AIDS yang merupakan bagian dari pembangunan kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukabumi. 

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi HIV/AIDS. Caranya dengan berperilaku bersih dan sehat,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris KPA Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari menyatakan, penanggulangan HIV/AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan penyakit yang belum ada obatnya itu. Selain itu untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari HIV/AIDS pada individu ODHA.

“Untuk itu diperlukan peran aktif semua pihak dari pemerintah maupun swasta termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak sehingga keseluruhan penanggulangan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan sebaik baiknya,” ujar Damayanti. (*)

Print Friendly, PDF & Email