Bupati Mendapat Apresiasi dari Pusat dalam Penanganan Covid-19

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kanan) mengunjungi stand Hakli yang membuat berbagai produk terkait penanganan Covid-19.

Wartawan Aep Saepudin

Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dalam penanganan Covid-19. Menurut Kemenko PMK, Bupati Sukabumi dan jajarannya berhasil dalam menjalankan program percepatan penanganan Covid-19.

banner 970x90

Apresiasi itu disampaikan Deputi III Kemenko PMK RI, Agus Suprapto pada pencanangan program nasional intervensi kesehatan lingkungan pada pencegahan Covid-19 bertempat di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2020).

Kabupaten Sukabumi dijadikan pilot project  oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) dalam program tersebut. Melalui program ini, pemerintah dan masyarakat memperhatikan aspek-aspek kesehatan lingkungan dalam pencegahan Virus Corona.

“Percepatan dalam menangani Covid-19 yang dilakukan oleh Bupati Sukabumi dan jajarannya harus ditiru oleh daerah lain,” kata Agus Suprapto dalam pidatonya.

Di tempat pencanangan program intervensi kesehatan lingkungan pada penanganan Covid-19 itu tampak hadir Ketua Hakli Pusat Arief Sumantri dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Imran Agus Nurali. Bertindak selaku tuan rumah adalah Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

Dalam sambutannya Bupati Marwan mengatakan, Covid-19 meninggalkan berbagai persoalan di semua sektor pembangunan seperti kesehatan dan ekonomi. Namun beberapa sektor strategis seperti pariwisata masih dapat berjalan dengan baik.

“Pariwisata masih berjalan baik. Sebab, kami mengandalkan wisatawan domestik. Sektor ekonomi, khususnya bisa pertanian meningkat bahkan menjadi pengungkit daya beli masyarakat,” kata bupati. 

Bupati menyatakan salut pada terobosan Hakli yang mencanangkan program intervensi kesehatan lingkungan pada pencegahan Covid-19. Dengan banyaknya warga dari daerah lain terutama pada hari libur, sosialisasi penanganan Covid-19 dengan pendekatan kesehatan lingkungan harus lebih diintensifkan.

“Kami apresiasi terobosan Hakli dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Inovasi ini mendorong masyarakat dapat menjawab berbagai persoalan dan  kami sangat terbantu dalam penanganan lingkungan,” ujar Marwan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Hakli peduli pada negeri mengabdi tiada henti”. Pada acara itu ditampilkan paduan tari dan pesan persembahan dari Puskesmas Nagrak dan sosialisasi kesehatan lingkungan oleh duta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).  

Di tempat yang sama Arief  Sumantri yang mewakili Hakli Pusat menerangkan, intervensi kesehatan lingkungan pada pencegahan Covid-19 merupakan hasil implementasi MoU Kemenkes dengan Hakli. Dalam hal ini Hakli diberi kepercayaan untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

“Pada program ini masyarakat diberi pelatihan produksi agar mereka bisa mandiri,” kata Arief. 

Hakli memberikan pelatihan pembuatan produk yang ada kaitannya dengan kesehatan lingkungan dalam penanganan Covid-19 seperti membuat masker, memproduksi sabun cair, dan membuat cairan disinfektan. Program ini juga mencakup pemanfataan sampah menjadi pupuk.

“Jadi, Hakli hadir untuk menanamkan kemandirian masyarakat di tengah wabah Covid-19. Dengan program ini masyarakat  memiliki kegiatan ekonomi kreatif dan mendapatkan manfaat darinya. Masyarakat juga ikut aktif terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Imran Agus Nurali mengharapkan, program tersebut dapat dilaksanakan secara masif dan berkelanjutan. Program dari Hakli itu membuktikan, semua unsur masyarakat peduli dan terlibat dalam penanganan Covid-19. (*)

Print Friendly, PDF & Email