Pemdes Kutasirna Segera Bereskan Karut Marut Data Penerima Bansos

oleh -
Kepala Desa Kutasirna, Endang Setiawan (kanan) berbincang serius dengan 2 orang stafnya membahas mekanisme revisi data penerima bansos yang tidak akurat.

Wartawan Usep Mulyana  

Karena tidak mau kecolongan, Pemerintah Desa (Pemdes) Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi melakukan revisi terhadap daftar nama penerima bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari dana anggaran kabupaten, provinsi, dan pusat.

banner 970x90

Revisi tersebut bertujuan untuk mencapai kondisi ideal yang mengacu pada regulasi dan tata kelola bansos. Berdasarkan aturan, satu keluarga penerima manfaat (KPM) bansos hanya menerima satu jenis bansos, baik berupa uang tunai maupun berbentuk sembako.

“Setelah melakukan pengecekan, kami menemukan data sejumlah nama kepala keluarga yang mendapatkan semua jenis bantuan sosial dari berbagai sumber anggaran,” kata Kepala Desa Kutasirna, Endang Setiawan kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Nama-nama tersebut tercantum sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial tunai ( BST ), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Data penerima ganda itulah yang akan direvisi dari daftar penerima bantuan.

Hasil verifikasi dan penyisiran data tersebut, lanjut Endang, akan dijadikan dasar untuk mengubah data penerima bantuan. “Bantuan yang diterima oleh nama yang sama akan dialihkan kepada warga yang belum menerima bantuan,” ujarnya.

Endang mengakui di desanya terjadi kekacauan data penerima bantuan sosial yang tumpang rindih dengan penerima PKH dan BPNT. Ini nyata terjadi, tandasnya. Tim verifikasi menemukan nama warga tercantum sebagai penerima bantuan PKH dan BPNT, namun selama tiga tahun dia tidak pernah menerima bantuan.

Penerima PKH dan BPNT tidak sesuai database. Jumlah penerima PKH seharusnya 286 KK, fakta yang menerima bantuan hanya 200 KK. Sementara penerima BPNT dari 517 KK yang menerima hanya 400 KK. (*)  

Print Friendly, PDF & Email