Ketua Bidan Ingatkan Kemungkinan Terjadi Ledakan Bayi

oleh -
Para bidan yang tergabung di dalam IBI Kabupaten Sukabumi siap mensukseskan program Gerakan Pelayanan Seribu Akseptor.

Wartawan Aep Saepudin (Kowasi)

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten  Sukabumi,  Hj. Ani Andriyani, S.Tr.Keb., M.M. mengingatkan kemungkinan terjadinya baby boom atau ledakan jumlah bayi akibat wabah Covid-19.

banner 970x90

Ani menyatakan, sejak muncul Virus Corona, sebagian besar warga melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah, termasuk akseptor KB (Keluarga Berencana). Dengan demikian banyak akseptor KB yang tidak mendapatkan pelayanan kontrasepsi. Dampaknya banyak kasus drop-out peserta aktif dari program KB.

“Kasus drop out peserta KB aktif memungkinkan adanya peningkatan kehamilan yang tidak direncanakan. Bukan tidak mungkin ke depannya memicu baby boom atau ledakan jumlah bayi,” kata Ani ketika dihubungi lewat aplikasi multiplatform WhatsApp, Kamis (25/6/2020).

Meningkatnya angka kelahiran, ujar Ani, dampat menimbulkan dampak  kesehatan yang salah satunya komplikasi kebidanan. Hal ini dapat memicu meningkatnya kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi  (AKB ).

Terkait dengan kondisi tersebut, IBI mengimbau seluruh bidan yang bertugas di wilayah Kabupaten Sukabumi untuk mensukseskan Gerakan Pelayanan Seribu Akseptor dalam rangka memperingati Harganas (Hari Keluarga Nasional ) ke-27 tahun 2020. 

“Dalam rangka Harganas tahun 2020, pemerintah menyelenggarakan kegiatan pelayanan kontrasepsi 1.000 akseptor di setiap wilayah. Puncak Harganas digelar pada tanggal 29 Juni 2020,” ujar dia.

Ani menilai, gerakan tersebut tepat untuk mengatasi kemungkinan terjadi baby boom yang lebih besar. IBI Kabupaten Sukabumi mengharapkan semua bidan sebagai tenaga profesi yang tugas dan fungsinya berhubungan erat dengan pelayanan KB dapat berkontribusi dan berpartisipasi penuh untuk mensukseskan program tersebut.

“Para bidan juga harus tetap memberikan pelayanan KB dengan pelayanan terbaik sesuai standar pelayanan. Selama memberikan pelayanan KB, mereka harus mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,” kata Ani.

Dalam memberikan pelayanan, lanjut dia, para bidan harus memegang teguh motto pelayanan profesi yaitu ‘Bhakti Profesi sebagai Amanah dalam Ibadah’, ‘Bersama Kita Bisa’, dan ‘Bekerja dengan Tulus Ikhlas Mengabdi Mengemban Amanah Bangsa’. (*)  

Print Friendly, PDF & Email