Mungkin Stres, Mt Memotong Lehernya

oleh -
Pelaku yang juga korban tindakan bunuh diri, Mt dibawa dengan ambulans dari Puskesmas Curugkembar ke RSUD R. Syamsudin, S.H.

Wartawan M. Hamjah

Diduga mengalami depresi, seorang perempuan berinisial MT, 50 tahun, warga Kampung Cibuluh, Desa/Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi mencoba bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau, Kamis (22/3/2020). Beruntung aksi nekat MT dapat dicegah oleh bapak sendiri, Amar. 

banner 720x90

Tindakan MT yang masuk kategori di luar normal itu diketahui Amar ketika pria sepuh tersebut sedang berada di halaman. Dia mendengar suara ribut-ribut di dalam rumah. Didorong rasa curiga dan penasaran, Amar bergegas masuk ke rumah.

Betapa terkejutnya Amat, dia melihat MT sedang menggerak-gerakkan pisau pada lehernya. Secepat kilat, Amar merampas pisau dari tangan MT. Keduanya berebut pisau sehingga tangan Amar mengalami luka sayat pada tangannya. Amar pun berteriak sekuat tenaga uMtuk memancing kedatangan warga.

Teriakannya itu efektif. Warga berdatangan dan langsung mendatangi MT uMtuk membaMtu Amar. Salah seorang tetangga yang memiliki keyakinan diri tinggi berhasil mengambil pisau dari tangan MT.

Setelah situasi agak tenang, warga membawa MT ke Puskesmas Curugkembar. Petugas medis setempat melakukan pemeriksaan sekilas dan memberikan pertolongan pertama pada MT yang terluka pada lehernya.

Karena luka MT cukup parah, Puskesmas Curugkembar angkat tangan. Mereka membuatkan surat pengantar untuk dibawa ke RSUD R. Syamsudin, SH. Kota Sukabumi. Keluarga dan warga pun segera membawa MT ke Kota Sukabumi. Dia tiba di RSUD R. Syamsudin sekira pukul 11.00 WIB.

banner 720x90

Menurut Soleh, salah satu tetangga Amar, sudah sebulan ini kondisi MT agak mengkhawatirkan. Melihat gerak-gerik dan tindak-tanduknya, Soleh menduga MT dilanda stres. 

“Sebulan ini dia sering berkelakuan aneh, kadang-kadang dia bilang sambil memperlihatkan ekspresi wajah ketakutan. Namun penyebabnya saya kurang tahu,” ujar Soleh.  

Kapolsek Curugkembar Iptu Sumarno membenarkan kejadian tersebut. Namun dia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengingat semua keluarga korban  ikut ke rumah sakit di Kota Sukabumi. (*) 

Print Friendly, PDF & Email