TBC Masih Menjadi Perhatian Warga Kota Sukabumi

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyampaikan arahan pada pembukaan lokakarya hari TB se-Dunia di Gedung Bank BJB Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pengidap TB atau disebut juga TBC (Tuberculosis) di Kota Sukabumi masih tergolong tinggi pada tahun 2018 yakni mencapai di atas 1.000 penderita. Data dari berbagai rumah sakit menunjukkan, warga Kota Sukabumi yang terkena TB mencapai 1.096 orang yang terdiri dari 597 laki laki dan 499 perempuan.

banner 970x90

Hal itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati setelah pembukaan lokakarya hari TB se-dunia (HTBS) di ruang pertemuan Bank Jabar Banten Sukabumi, Senin (25/3/2019). Lokakarya yang diresmikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi itu merupakan rangkaian HUT ke-105 Kota Sukabumi.

Kematian akibat Tuberculosis, lanjut Lulis, pada tahun 2018 di seluruh dunia mencapai 107.000. Jumlah ini belum termasuk 9.400 kematian akibat Tuberculosis pada orang dengan HIV.

“Tuberculosis tetap menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2017,” kata Lulis.

Dari semua pengidap TB itu terdapat pengidap TB Resisten Obat (TBRO) yakni  kondisi pasien TB yang kambuh setelah diobati obat anti Tuberculosa sehingga mengalami resisten terhadap obat.

Pasien TBRO di Kota Sukabumi dari tahun 2017 sampai awal 2019 mencapai 24 orang. Di antara mereka sebagian sedang menjalani pengobatan yakni sebanyak 13 orang, meninggal 6 orang, pindah 1 orang, DO 1 orang, dan sembuh 3 orang.

“Pengobatan TBRO berbeda dengan pengobatan TB biasa. Untuk sementara ini pasien TBRO dibawa ke RSHS Bandung setiap bulannya. Pengobatan TB dilakukan selama 6-8 bulan sementara pengobatan TBRO bisa memakan waktu 9 sampai dengan 24 bulan,” jelasnya.

TB merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Bila tidak segera diobati, pengidap TB dapat mengalami komplikasi berbahaya hingga kematian.

Saat menyampaikan sambutan pada pembukaan lokakarya, Wali Kota mengatakan, untuk memberantas TB diperlukan konsentrasi dari seluruh elemen masyarakat. Meski terbilang sulit untuk menghilangkan kasus Tuberculosis, Pemkot Sukabumi melalui Dinkes Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus mengurangi kasus TBC.

Kegiatan lokakarya yang dilaksanakan, ujar Fahmi, sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi TBC kepada masyarakat. Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian dalam pencegahan penularan TBC.

Sementara itu peringatan HTBS tahun 2019 di Indonesia mengambil tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai Dari Saya”. (*)

Print Friendly, PDF & Email