Dinas Pertanian Buka Lahan LP2B di Cikundul

oleh -
Hj. Kardina Karsoedi

Wartawan HENDRI TIAS

DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi berencana akan membuka lahan baru di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu untuk menambah lahan penyangga  LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). Saat ini, Kota Sukabumi memiliki LP2B yang luasnya mencapai 321 hektar, milik masyarakat danmilik Pemkot Sukabumi. 

“Rencana pengembangan lahan untuk LP2B di Cikundul akan direalisasikan pada tahun 2019 ini.  Lahan penyangga tersebut berfungsi untuk memperkuat LP2B di Kota Sukabumi,” kata Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Hj. Kardina Karsoedi kepada wartawan beberapa waktu lalu.

LP2B, ujar Kardina,  senantiasa akan dijaga, dipelihara, dan dipertahankan kelestariannya, bahkan setiap tahunnya akan terus ditambah dan dikembangkan. Tahun depan akan dibuka lahan penunjang LP2B di lokasi lainnya.

“Untuk program tahun ini, penyediaan lahan tersebut dikaitkan dengan  pengembangan kawasan wisata Cikundul. Karena ke depannya, Cikundul akan dijadikan kawasan wisata. Jadi pengadaan lahan untuk pertanian berkaitan erat dengan pengembangan kawasan tersebut,” ujar dia.

Pada program pengembangan kawasan wisata di Cikundul, lanjut Kardina, DKP3 berkewajiban dan berwenang untuk mengelola lahan seluas 4,5 hektar yang akan dijadikan agro wisata. Nantinya kawasan seluas 4,5 hektare itu berfungsi sebagai lahan penyangga.

“Diperlukan lahan penyangga untuk bangunan sarana dan prasarana  di kawasan agro wisata seperti mushola, ruang terbuka, tempat istirahat, dan bangunan yang lainnya,” kata Kardina.

Keberadaan LP2B, ujar dia, harus aman dan lestari serta terbebas dari program alih fungsi lahan. Apapun yang terjadi, kata dia, LP2B tidak boleh berubah menjadi kawasan perumahan, perkantoran, atau industri. Lahan ini harus tetap dalam statusnya sebagai lahan untuk pertanian.

“Seluruh LP2B di Kota Sukabumi harus aman dari dampak perkembangan dan pembangunan serta dari alih fungsi lahan. Belakangan masih ada petani yang menjual lahan pertanian miliknya untuk dialihfungsikan menjadi tempat berdirinya bangunan,” ujar Kardina. (*)

Print Friendly, PDF & Email