Tim Capetang Percepat Penyerapan APBD

oleh -
Kabag PBJ Setda Kabupaten Sukabumi, Prasetyo pada pembukaan peluncuran Si Cepat Tanggap dan pembentukan Tim Capetang untuk mempercepat penyerapan anggaran pada APBD 2019.

Wartawan AEP SAEPUDIN

Tim Capetang yang dibentuk oleh Pemkab Sukabumi bukan dimaksudkan untuk sekedar banyak bicara atau cerewet seperti arti kata capétang dalam bahasa Sunda, melainkan dia juga harus kerja keras untuk meningkatkan percepatan penyerapan APBD. Pembentukan Tim Capetang berdasarkan pertimbangan, penyerapan APBD tahun anggaran 2019 masih teramat rendah.

Demikian kesimpulan pemaparan dan wawancara setelah pembukaan launching strategi percepatan pelaksaan pembangunan dan penyerapan anggaran (Si Cepat Tanggap) dan workshop pendampingan RUP (rencana umum pengadaan) perangkat daerah APBD Perubahan 2019 di Hotel Sukabumi Indah, Selabintana, Jumat (25/10/2019).

“Penyerapan anggaran di Kabupaten Sukabumi sampai dengan triwulan III tahun 2019 sebesar 64,82 persen dari target 84,80 persen.  Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, apalagi sisa waktu tahun anggaran tinggal sekitar 67 hari kalender,” kata Asisten Sekda Kabupaten Sukabumi Bidang Ekonomi Pembangunan (Asda II), Dodi Somantri saat meresmikan kegiatan tersebut.

Karena itu, Dodi menyambut baik inovasi dari Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ)/Kabag PBJ Setda, Prasetyo yang membentuk Tim Capetang. Dia berharap kepada Tim Capetang untuk mendongkrak penyerapan anggaran dan menjawab keterlambatan penyerapan anggaran untuk anggaran di tahun mendatang. 

Adapun Struktur Tim Capetang terdiri dari Ketua Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri; Wakil  Ketua Asda II, Dodi Somantri; dan Sekretaris Kepala UKPBJ/Kabag PBJ Setda, Prasetyo. Adapun anggotanya Kabag Administrasi Pembangunan dan para Kasubag serta Kabid Anggaran dan Kabid Perberdaharaan pada BPKAD. 

Sementara itu Prasetyo menyebutkan, program Si Cepat Tanggap yang pelaksanaannya oleh Tim Capetang bertujuan untuk menghilangkan gap antara rencana dengan realisasi penyerapan anggaran. Idealnya rencana penyerapan anggaran sama dengan realisasinya.

“Saat ini deviasi rencana dan realiasi sekitar 20 persen. Terlalu tinggi. Hal itu menggambarkan terjadi keterlambatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan pembangunan,” jelas Prasetyo.

Bupati Sukabumi, lanjut dia, telah  menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Percepatan Pembangunan dan Penyerapan  Anggaran. Perbup ini merupakan guidance bagi semua perangkat daerah untuk merealisasikan seluruh perencanaan anggaran yang telah dibuat. (*)

Print Friendly, PDF & Email