Tokoh Pertanyakan Penggunaan Lapang Cangehgar untuk Konser

oleh -
Rudy Fridnanda

Wartawan M. Ridwan

Tokoh masyarakat yang juga pelaku usaha EO, Rudy Fridnanda mempertanyakan penggunaan Lapang Cangehgar Palabuhanratu untuk konser musik band. Rudy merasa heran karena ketika dia mengajukan izin pertunjukan musik dangdut di Lapang Cangehgar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-149 Kabupaten Sukabumi ditolak oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) setempat.

banner 970x90

“Saya sangat kecewa pada Pemda Kabupaten Sukabumi yang dalam hal ini Dinas Perkim atas penolakan permintaan izin untuk pertunjukan dangdut gratis  dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Sekarang konser band diizinkan,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu (25/9/2019) petang.

Waktu itu, ujar dia, penolakan untuk pertunjukan dangdut berdasarkan alasan, Lapang Cangehgar baru selesai pembangunannya dan masih dalam pengawasan Inspektorat Kabupaten Sukabumi. Rudy dapat memahami dan menghargai alasan yang diajukan oleh Dinas Perkim.

“Untuk pertunjukan dangdut, semua perizinan sudah selesai, baik dari warga lokal maupun Polres Sukabumi. Namun ketika kami mengajukan ke Dinas Perkim, permohonan izin kami ditolak,” jelas Rudy.  

Padahal, tambahnya, event musik yang akan dipersembahkannya  itu semata-mata untuk menghibur masyarakat. Warga Palabuhanratu sangat merindukan hiburan berupa pertunjukan musik dangdut lengkap secara live.

Rencananya konser band di Lapang Cangehgar akan digelar pada Sabtu (28/9/2019) dengan sponsor salah satu produsen rokok ternama. Tadi sore, para pekerja sudah mulai melakukan pemasangan panggung di tempat tersebut.

Sementara itu Kasi Penataan Taman pada Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, waktu EO Hari Jadi Kabupaten Sukabumi mengajukan permohonan izin untuk pertunjukan dangdut, Lapang Cangehgar masih dalam pengawasan Inspektorat.

“Sekarang pengawasan Inspektorat sudah selesai. Kami bisa mengeluarkan izin penggunaan Lapang Cangehgar untuk hiburan. Tapi dengan catatan, EO harus bertanggung jika terjadi kerusakan di area lapang. Pokoknya Lapang Cangehgar harus dalam kondisi seperti semula,” ujar Ajat. (*)

Print Friendly, PDF & Email