Warga Cipatuguran Menolak Konsep Geobag untuk Menahan Abrasi

oleh -
Warga Kampung Cipatuguran, Palabuhanratu berkumpul di sekitar pantai yang dilanda abrasi pada saat kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi ke lokasi.

Wartawan M. Ridwan

Warga Kampung Cipatuguran, baik yang di wilayah Desa Jayanti maupun di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menolak usulan PLTU Jabar 2 yang akan membangun geobag sebagai cara untuk menahan laju abrasi di kampung tersebut.

banner 970x90

Mereka tetap menginginkan benteng permanen dari hong yang konstruksinya dicor dengan campuran semen dan pasir. Warga berpendapat, bangunan penahan abrasi tidak boleh bersifat sementara tapi harus permanen agar manfaatnya lebih lama dan ampuh menahan gempuran ombak.   

Namun pada musyawarah dengan Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi dan perangkat daerah terkait, manajemen PLTU Jabar 2 Palabuhanratu menyatakan kesiapan untuk menggunakan konsep geobag sebagai infrastruktur penahan abrasi yakni karung khusus yang diisi pasir.

“Kami tidak menerima jika penanganan abrasi menggunakan teknik geobag. Warga di sini tetap menginginkan tembok yang dicor dengan konstruksi permanen,” kata Ketua RW 21 Kampung Cipatuguran Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu setelah mendengar hasil musyawarah di PLTU, Selasa (25/8/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di Kampung Cipatuguran merasa resah atas terjadinya abrasi di pantai yang menjadi benteng alam permukiman mereka dengan Samudera Indonesia. Karena abrasi yang terus-menerus, jarak ujung gelombang ke halaman permukiman terdekat hanya belasan meter.

Warga menduga abrasi terjadi sebagai dampak dari break water di sekitar dermaga PLTU. Mereka pun meminta tanggung jawab PLTU Jabar 2 Palabuhanratu untuk menahan laju abrasi pantai.  

“Kami sangat kecewa mendengar hasil musyawarah hari ini di PLTU. Suara kami tidak seolah diperhatikan dalam musyawarah tersebut,” ujar Ujang.

Salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Cipatuguran, Ade Supriatna menyatakan, dia dan masyarakat akan terus mendesak pembangunan tembok penahan abrasi yang kokoh dan permanen. Bila usulannya ditolak oleh manajemen PLTU Jabar 2, Ade dan kawan-kawan akan mendatangi PT. Indonesia Power sebagai induk perusahaan PLTU.

Sebelum diselenggarakan musyawarah, pagi harinya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan melakukan peninjauan ke lokasi abrasi di Kampung Cipatuguran. Deni sempat berbincang-bincang dengan warga seputar ancaman abrasi di sekitar bangunan PLTU Palabuhanratu.

Setelah mengikuti musyawarah, Deni tidak menemui warga untuk menyampaikan hasil pertemuan. Informasi tentang kesanggupan PLTU untuk membangun geobag disampaikan Lurah Palabuhanratu, Deni Zulfan Aminudin. (*)

Berita terkait: Warga Cipatuguran Desak PLTU Segera Tangani Abrasi

Print Friendly, PDF & Email